Mengeluh adalah (bagian dari) adaptasi. Bahagia adalah (menikmati) depresi.
Jika hidup adalah pertempuran, maka mimpi adalah amunisi.

Berdoalah, doa menguatkan hati.

Sunday, December 13, 2009

Catatan Itu,Berjudul "Beda"


Sudahkah kalian mendownload "Beda" dari band terbaru saya,

Astonia?

Sudah mendengarkannnya?


Tentu saja,

Saya sudah ratusan kali mendengar hasil rekaman "Beda",
yang direkam dengan keadaan seadanya,
dan selama ratusan kali mendengarnya,
saya terkejut apabila anda menyukainya.

"Beda" adalah konsep,
jika diibaratkan makanan,
maka "Beda" adalah bahan makanan mentah.

Semua orang menyukai Hamburger,
tapi akan sedikit yang akan tertarik dengan roti dan daging mentah kan?

"Beda" adalah satu-satunya lagu yang saya tulis dalam beberapa bulan terakhir ini,
sebuah musik konsep,
saya tak pernah bilang kalau "Beda" adalah lagu yang enak,
tapi untuk urusan konsep,
saya bisa bilang,
ini adalah lagu yang sangat memusingkan saya.



Dimana kesempurnaan sebuah hubungan,

menjadi sangat tak sempurna,

karena satu dua hal perbedaan.




Entah itu pandangan,

gaya hidup,

persepektif,

kasta sosial,

hingga,

keyakinan.




"Beda" bercerita dan ditulis berdasarkan hal rumit yang sesederhana itu,

konsep yang menarik untuk sebuah tulisan.
Tapi,mengubah "Beda" menjadi sebuah lagu?

Semesta pasti bercanda.

Angels and airwaves.

Hanya band itu yang saya pikirkan,
saya berusaha keras menemukan not-not,
dan nada-nada tertentu agar tedengar seperti mereka.
Sampah?
Pemaksaan kehendak?
Hei,namanya juga usaha,dan "Beda" adalah korbannya.



Saya merumuskan nya sedemikian rupa,

meskipun pada kenyataannya,

lima kepala di Astonia kembali memberikan saran dan masukan beragam.


Apa lagi yang anda harus tahu?
Intro "Beda" adalah tiruan The Ting Tings di "Great DJ".
Sedangkan di akhir,
kami menggunakan sedikit formula emo di dalamnya.
Vierra? Mereka sama saja.
Ambience yang kalian dengarkan di "Beda" dibuat tanpa not dan chord yang jelas,
karena saya hanya menggunakan laptop -yang sebenarnya sangat canggih,tapi saya yang luar biasa menyedihkan- pinjaman.

Apa lagi?

Sekarang,
kini saatnya anda berbaring di kasur,
ingat sebuah hubungan di masa lalu yang tak berjalan mulus,
kenakan headphone atau headset,
coba pejamkan mata,
dengarkan "Beda"







"Beda"


Dinding,


itu tak terlihat.


Namun terasa,begitu nyata.


Seakan jurang,


telah tercipta,


di antara kita,


Berdua.






Bila harus menangis,


menangislah.


Karna yang harus terjadi.


(maka) Terjadilah.






Meski kita sempurna,


di dalam inginku,


Meski aku merasa hati kita tlah menyatu.


Kita berbeda.

Friday, December 11, 2009

Rahasia Hidup? Ini Namanya Peredam Kejut!

Inilah hidup.
Asimetris.

Tak mungkin otak kita,
yang volumenya tak seberapa,
mampu menampung segala kemungkinan.

Saya masih belum juga mendapat pekerjaan hari ini,
bahkan belum ada tanda-tanda akan segera bekerja.
Selain tawaran sebagai copywriter freelance di sebuah perusahaan web design yang langsung saya terima,
tapi ayolah,
itu cuma freelance.

Saya masih juga belum mampu menebus Brighton,
tapi kalo sampai uang hasil nego -yang alot- dengan klien itu turun,
saya pasti langsung menebusnya,
meskipun ada Matthew dan 45rpm yang menggiurkan juga,
apalagi katanya Schubert yang baru senyaman DK.
BM dikala tak berduit.
Itu selalu terjadi.


Tapi siang ini,
saya bangun dengan kelaparan,
setelah mencuci motor (pengen dandanin lagi,tapi masih bokek berat),
saya cabut ke rumah pacar,
cuaca nya lagi aneh,
jumat emang suka aneh.
Sampai dirumah pacar malah mual,
padahal niatnya mau numpang makan.
Ngahahahaha.

Akh sudahlah,
menjelang jam 2 siang,
saya dan pacar menerjang jalanan,
sempet ngebut total karena pacar ngeluh kepanasan.
destination? HARD ROCK CAFE sodara-sodara!

Hebat kan?
Pengangguran tapi lunch nya di HRC!!
Thanks to bokap nya pacar,
yang ngasih voucher 400 rebong.

Makan di HRC untuk pertama kalinya,
sebenernya kedua kali,
cuma kali in lebih gugup,
ngeliat menu makanan harganya sinting-sinting.
Aarrgh,i hate cafe!

Pacar mesen salmon dan dia eneg.
Gw mesen grilled chicken breast dan ludes tak tersisa.
Terlibat pembicaraan mendalam,
dan setelah 2 gelas cola float,
akhirnya cabut juga dari Hard Rock,
dan apa yang langsung saya lakukan?

BOKER!

Ngahahahahaha.

Entah kenapa,
mungkin terbiasa kena teri atau indomie,
perut gw kaget nge hajar makanan seharga 150 rebong seporsi.

Setelah bermacet ria menuju Yanty (senaYAN ciTY),
gw beli tiket nonton,
yang beneran murah,
Ninja Assassin,
sumpah nonton hari jumat di Yanty cuma gocap,
dan duit gw emang cuma segitu.
Ngahahaaha.

Dengan penuh pengertian tentang gw yang bokek berat,
pacar gw kembali nraktir yoghurt J.Co,
yang kita makan berdua (couple dengan 4 toping,mancep!)

Sedih sebenernya pas jalan pas ga punya duit,
pengen gitu sok-sok nraktir apa gitu.

tapi gw nraktir koq,
nraktir parkir.

Setelah beli popcorn dan softdrink buat bekal nonton (yang lagi-lagi ditraktir pacar saya..),
saatnya mulai nonton!

Ninja Assassin yang ternyata peran utama nya tuh si Rain,
bener-bener berdarah,
maksudnya penuh darah,
sepanjang film,
berdarah mulu.

3 dari 5 bintang sih,
tapi okelah.

Perjalanan pulang,
pacar ketiduran di motor,
ini kebiasaan barunya sejak kerja,
posisinya meluk gw,
dan kepalanya di pundak kiri gw,
lelap banget.

Gw suka sedih ngeliat dy kayak gitu,
i wish i have a car,
so she can lay down,
ga tidur dalam posisi duduk kayak gitu.
Kasian.

Sempet beli risol di pinggir jalan buat adeknya,
akhirnya sampe juga kerumahnya.

Perjalanan pulang kerumah gw,
gw kembali terserang hasrat ingin boker,
nyampe rumah langsung ngehajar toilet.

LEGA!
Ngahahahha.

Tiba-tiba nyokap ngasih hoka-hoka bento,
gw makan lauknya aja,
mantep!


Baru saja bersyukur buat hari yang luar biasa ini,
siang makan di HRC,
sore ngemil J.Co,
malemnya nonton,
trus dikasih hokben.

Finally nyokap ngasih surprise,
seratus ribu meluncur dari dompetnya buat melengkapi hari ini.
Sumpah speechless.

Hidup memang luar biasa menganggumkan,
saya ingat betapa laparnya saya tadi pagi,
dan malam ini,
saya kekenyangan,
dan dompet saya kembali terisi uang.
-Pacar sempet becanda soal dompet saya yang isinya cuma bon-

Dunno what to say,
there's a million wishes in my thought,
but...
I thankful for today.

Best wishes!

Wednesday, December 9, 2009

Astonia : 13122009


Saya sering duduk dan menulis sesuatu,
bukan seperti blog,
tapi lebih menuju prosa,
sebut itu puisi,
atau lirik,
karena pada akhirnya,
saya pun berusaha menyanyikan semua yang saya tulis.

"Dinding,itu tak terlihat,
namun terasa begitu nyata,
seakan jurang,
telah tercipta,
diantara kita berdua.."

Jujur, saya menulisnya berdasarkan hubungan saya dengan salah seorang wanita,
yang tidak berhasil.
Hubungan itu hilang,
dibatasi oleh rasa takut,
rasa bersalah,
dan ego masing-masing.

Perbedaan besar yang menghalangi,
mungkin saya berlebihan,
tapi bila perbedaan itu menyangkut hal seperti,
agama (keyakinan) ataupun status sosial,
berhentilah berharap,
karena hanya akan menghabiskan waktu.

Judul prosa itu adalah "Beda",
yang akhirnya menemukan bentuk,
setelah saya berhasil meramunya dengan nada,
dan "Beda" pun lahir sebagai lagu.
Murni seperti luka yang saya tunjukan dengan bernyanyi,
"Beda" memiliki identitas dengan luka saya di dalamnya.

Seperti bukan kebetulan,
saya pun sedang berada di tengah keputusan,
untuk kembali membentuk sebuah bentuk,
sebuah formula.

Another alter-ego band.

Dimulai di pertengahan tahun ini,
kami meramu,
mencari celah,
mencari jalan,
berlatih tanpa menyerah,
mencari rumusan yang tepat,
namun tak pernah kami temukan.

Saya mohon lupakan agresifitas yang saya tunjukan,
melalui Glory of Any Nation (www.myspace.com/gloryofanynation),
ini sesuatu yang saya -usahakan- berbeda.
Baik dari segi emosi,
dan penulisan materi,
Saya harap ini berbeda.

"Beda" adalah salah satu materi yang kami bawakan saat itu,
dan dengan penuh beban,
kami merekamnya saat latihan.
Penuh beban?
Yap,
kami dilanda kebingungan,
bimbang,
harus seperti apa kami terdengar,
dan hasilnya,
"Beda" hanyalah beda.

Tak ada yang benar-benar kami lakukan,
kecuali memasukan unsur ketakutan di dalamnya.

Tak ada yang jelas,
kami membuatnya abu-abu.

Tapi,
dibalik semua kesalahan yang kami lakukan,
dan usaha keras kami untuk mencari inti cerita,
kami memang terjatuh dan gagal saat merekamnya.

tapi kami berhasil menemukan letak kesalahan,
dimana ketakutan bukanlah musuh,
tapi seorang teman.

Band pop mana yang menulis dengan penuh ketakutan?

Kami melakukannya.

Kami merumuskannya.

Kami melahirkannya.

Sebut kami,
Astonia.


Astonia,
sebuah keadaan yang tercipta,melalui atmosfir yang ada diantara putih dan hitam,dilemma tak terbayangkan. seperti dua sisi mata uang, berbeda, tapi tak mampu terpisahkan, dan keabu-abuan menjadi indah.

Astonia adalah kesimpulan,atau akronim, dari dua kata dengan keadaan yang bertolak belakang, melahirkan kesimpulan dan akronim.

Di satu sisi,
sebut ini Asthenia.
Bayangkan sebuah keadaan gelap dan tanpa harapan,
seperti heningnya luar angkasa.
Nafas dan detak jantung hanya kan menjadi satu-satunya suara yang hadir diantara kita.

Di sisi lain,
inilah Astoria.
Jika kalian merindukan keadaan di saat berkumpul di tengah-tengah keluarga,
dan orang-orang yang kalian cinta.
Di kota tempat kalian beranjak dewasa.

Bebaskan pikiranmu,melanglang buana,dan terbuai oleh cinta kasih,persahabatan dan perasaan berlebihan.

Kami menyebutnya.
Astonia.

Kami berlima ada disana, di akhir tahun yang melesat bagai cahaya, setelah di pertengahan tahun kami lewati bersama. Musik dan nada hanyalah bagian yang tercipta, meskipun arti sebenarnya telah kami tuliskan sebelumnya.


"Kata-kata adalah peluru,dan nada yang bergema merupakan dasar kehidupan yang menyenangkan"

Michael Kienzy - Astonia -

Join Astonia on facebook
Astonia

Promote Your Page Too


"Beda" (Live Rehearsal Version) is available for download
http://bit.ly/3vjoQn

Monday, November 30, 2009

Saya Membuang Semua Mantan Pacar Saya ke Laut

Saya bingung memulai darimana,
serius,
saya benar-benar bingung.
Ingin rasanya seperti tertawa,
lalu detik berikutnya menampar seseorang,
saya merasa benar-benar pintar,
dan luar biasa benar.

Yoghurt pemberian pacar saya,
melembutkan usus,
dan memutar otak saya,
membelahnya menjadi satu bagian,
yang mana,
mengantarkan pada sebuah pertanyaan?
Akankah pacar saya akan selalu ada untuk saya?

Untuk sebuah kata,
rasanya cinta tak akan cukup,
bukan,
saya tidak sedang mengumbar kata-kata gombal,
tapi itulah pacaran,
terkadang luapan rasanya mampu menghancurkan karang.

Saya mencintai pacar saya,
sangat mencintainya.

Pertanyaan nya adalah,
bagaimana dengan pacar saya?

Bagaimana jika kita sedikit menoleh ke belakang?
julurkan lidah anda,
jilat ujung telunjuk anda,
saat nya membalik halaman lama hidup saya.

-Oh,saya harap,tak ada mantan saya yang akan membaca ini-

Saya baru berpacaran tiga kali,
oh okay,
empat.
Tadinya saya pikir hubungan bodoh selama 1 bulan,
dengan sekali ciuman,
dan hanya sekali bertemu tidak dihitung pacaran,
tapi saya peranh bilang mau jadi pacaranya,
jadi ya sudahlah,
empat kali pacaran.

Pacar pertama,
dimulai saat masa SMA,
begitu bodoh,
tanpa pengalaman,
meletup-letup,
dan cenderung amat berlebihan.
Saya tidak berkata ini tidak menyenangkan,
tapi jika harus mengingatnya,
saya lebih baik berguling-guling di tanah basah dan berlumpur.

Mantan saya yang pertama ini,
berasal dari keluarga amat sangat berada,
saya ingat,
Terlalu banyak konflik dan airmata,
terlalu dalam saya dan dia berjalan,
cemburu buta,
perbedaan agama,
dilarang orang tua,
cabut les,
semua yang ingin dilakukan dua remaja yang sedang jatuh cinta,
melawan aturan,
kami lakukan.

Indah?
Dulu mungkin saya rasakan itu,
sebuah telepon,
tepat seminggu setelah perayaan ulang tahun saya,
kami memutuskan berpisah.

Diliputi galau,
yang dulu saya anggap sebagai akhir dari hidup,
saya banyak melakukan hal bodoh selepas dari mantan pertama itu,
banyak memainkan perasaan banyak wanita,
menjalani gaya hidup murahan,
menenggak minuman beralkohol tanpa henti,
hancur.

Kami berdua memang aneh,
berkali-kali kami mencoba mengulang kembali cerita lama,
kembali berciuman,
berpelukan seakan esok tak pernah datang,
tapi esok harus datang,
dan hidup harus dimulai,
dan satu hal yang saya sadari,
bukan kami yang tak mungkin bersatu,
dibalik segala perbedaan itu,
kami hanya tak pernah dewasa,
saat itu,
kami pikir semua yang kami lewati itu indah,
tapi saat saya sadar,
semua hanya sampah,
saya hanya bertindak berlebihan,
karena,
ini alasan yang tak pernah berani saya ungkapkan,
dia adalah orang pertama,
yang mengajak saya pacaran,
saat saya kehilangan arah,
itu karena saya tak punya pengalaman,
meminjam lirik dari Alkaline Trio,
"I was just a stupid kid back then,
i'll take back every word that i said..."

Serius,
perasaan yang dalam dengan dia ternyata tak begitu dalam,
biasa saja,
hanya saja,
di waktu itu,
saya masih bodoh soal cinta remaja,
dan saya bersikap,
amat sangat,
berlebihan.

Huff.. haruskah saya lanjutkan?

Oke,
pacar kedua?

Ini hebat,
begitu hebat,
hal terbaik yang saya dapatkan adalah,
hellow,
for like 9 months,
i've been PUNKED!!

Sekarang sih saya bisa tertawa,
dan tersenyum,
dulu?

Ingin rasanya merobek semua foto yang terlanjur saya buang begitu saja,
tanpa dibakar.

Pacar saya yang kedua,
hebat sekali berkata-kata,
serius,
saya tidak tahu kalau dia perokok hebat,
kalau dia clubbers handal,
padahal kami 9 bulan pacaran.

Dia terlihat baik,
menyenangkan,
dan penurut,
tapi begitu banyak kejutan,
dan saya sebenarnya suka kejutan,
tapi kali ini,
ini kacau.

Saya hampir melalukan banyak hal gila,
untuk dia,
yang ternyataaaaaaaaaaaaa....
semua skenario belaka,
saya dihadapkan kepada sebuah bangkai yang akhrinya tercium,
saat semua kematian itu tak berguna,
untungnya saat saya tahu,
kami berdua tak lagi memiliki ikatan apa-apa,
dan saya rasa,
tak perlu mempermasalahkan apa-apa,
toh,
semua sudah tak berguna.

Saya memang melewati banyak hal,
tangis dan air mata?
sebut saja,
saya pun menangis saat hubungan saya dengan dia berakhir,
tapi saat saya tahu semuanya,
ingin rasanya menjilat-jilat bekas air mata itu,
tak berguna menangisi hal bodoh,
yang saya pikir asli.

Baiklah,sampai ke yang ketiga.

Sebaiknya saya membuat ini cepat,
dibandingkan kedua mantan saya sebelumnya,
sebenarnya,
kalo boleh jujur,
dia masih lebih baik.
Banayk memang kekurangan nya,
tapi dia tidak genit seperti mantan saya yang pertama,
dan tidak pembual seperti yang kedua.

Tapi,
satu hal yang membuat saya muak adalah,
back street.

Hahahaha.
di umur 20an kalo tidak salah,
saya masih harus pacaran back street?

Gosh,
yang menyakitkan adalah,
tak ada alasan yang jelas,
mengenai ke backstreet-an ini.

Kalo kedua mantan saya yang sebelumnya,
sudah jelas,
beda agama,
bahkan kedua orang tua,
dari kedua mantan saya,
teramat sangat membenci saya.

Tapi kalau yang ketiga?
Fuck,
agama kami hampir sama,
bahkan sama-sama memiliki darah jawa,
tapi,
tetap saja,
BACK STREET!

Cuma bisa mengantarkan di ujung gang rumah,
tak bisa menelepon kerumah,
ini sinting.

Tak tahan dengan semua itu,
yang akhirnya malah semakin memperparah keadaan,
karena pacar saya sulit sekali keluar rumah tanpa alasan jelas,
tentu saja,
tak mungkin bilang kalau dia akan pergi dengan saya.


Setelah kejadian demi kejadian,
emosi pun memuncak,
atas nama egoisme,
dan harga diri,
saya menyatakan ingin berpisah,
dan yak,
dipenuhi (lagi-lagi),
air mata,
kata-kata manis,
harapan-harapan kosong,
saya tetap memaksakan diri untuk meninggalkan dia.


Ketiga nya sudah saya bahas,
untuk yang keempat?
anggap saja itu pacaran kecelakaan.

HAHAHA

Lalu,
apa yang sebenarnya saya bahas disini?

Ayo kembali ke masa sekarang,
saya cuma ingin bilang,
di setiap akhir halaman,
yang ditulis ketiga mantan saya -jangan hitung yang keempat-
di hidup saya,
kata-kata nya selalu sama,
mereka seolah masih sangat mencintai saya,
garis bawahi kata sangat,
tapi beberapa bulan,minggu bahkan tahun,
mereka sudah menemukan orang lain,
sebagai...
Mereka boleh sebut pelarian,
sekedar pelampiasan,
apapun itu,
saya anggap itu murahan,
dan inilah alasan saya menulis semua ini,
kesamaan cara,
kata-kata,
dari mantan-mantan saya,
membuat saya luar biasa muak,
dan membuat saya tidak menghargai apa yang pernah saya lewati bersama mereka.

Pernahkah kalian,
tahu kalau mantan anda telah menemukan pasangan baru,
terlihat mesra dimana-mana,
menunjukan mereka bahagia,
tapi,
detik berikutnya,
mantan anda masih berani bilang,
kalau dia masih merindukan anda?

saya pernah,bahkan sering,eh maaf,
SELALU!

Akh,
bisakah mereka diam,
dan tak banayk biacara,
saat mereka merasakan rindu,
atau setidaknya,
katakan itu saat mereka tidak menjalin hubungan dengan orang lain?

sampah,
oh tidak,
saya benar-benar berharap,
bisa membuang semua mantan pacar saya ke laut.

Bagaimana dengan pacar saya yang sekarang?

Saya berani berkata,
lebih baik,
jauh lebih baik.

Semoga kami tak pernah menajadi mantan,
kalaupun berubah status,
harusnya kami lebih serius dari ini.

Wednesday, November 25, 2009

Musik : Magis

Musim hujan selalu berjalan abnormal,
saya tau,pasti kalian semua mencintai beberapa hari terakhir ini,
saya pun begitu,
saya suka hujan!

Tapi,
saya tetap bisa berusaha rileks,
seraya menyeruput teh manis favorit saya,
-merk teh favorit saya adalah PRENDJAK-,
dan memandangi komputer,
oke,saatnya nge-blog!

Saya sering membahas banyak hal,
musik favorit,
band favorit,
lirik favorit,
tapi,
saya tak pernah mendefinisikan apakah arti musik,
bagi diri saya.

Apa itu musik?
Sekumpulan nada-nada?
Oh saya tak berbakat dalam mendefinisikan sesuatu,
secara struktural,
boleh saya menjelaskan panjang lebar dengan kata-kata saya sendiri?
Saya bersumpah ini akan menjadi sampah.

Musik,
buat saya,
adalah misteri. titik.

Tidak,saya bercanda,
saya bukan profesor yang mendefinisikan sesuatu sesederhana mungkin.

Musik,itu magis.
Tak terdefinisi, menurut saya,
musik adalah hal magis,
salah satu hal termagis di dunia.
Lebay?

Begini,
saya suka menyanyi sejak kecil,
bahkan saya hafal lagu-lagu old school kesukaan ibu saya,
tapi saya belum mengerti apa-apa soal musik,
apalagi lagu,
saya hanya suka menyanyi.
Magis.
Bahkan saya ga mengerti lagu itu apa,
saya hanya mengikuti nada,
begitu magis.

Ga seru yah?
Hahahaha.


Oke,saya serius sekarang.
Begini,
kenapa saya bilang musik itu magis.

Musik,
sekarang ini, buat saya,
lebih dari sekedar nada-nada pengisi keseharian.
Musik,mulai menjadi identitas yang ingin saya pilih,
cenderung menjadi ideologi,
gaya hidup,
bahkan buat sebagian orang,
agama.

Magis.

Musik menjalar,
mengalir dalam darah,
menggerakan sayraf-syaraf otak yang mati suri,
bahkan menghidupkan kembali sel darah.

Saya ingat,idola pertama saya bukanlah musisi-musisi besar,
bukan Led Zeppelin, bukan Black Sabbath,
bukan Nirvana,
saya malah kepincut Hanson,
hahaha.
Bahkan saya die hard fans Hanson,
dan hafal semua lagu-lagunya.
Lebih dari itu, saya mengumpulkan kliping-kliping soal Hanson,
berencana menggondrongkan rambut seperti Zac (drummer Hanson),
memakai baju seperti para personil hanson,
memakai kalung tali sepatu,
memakai gelang,
dan kaos lengan pendek yg di dobel lengan panjang.
Hahahaha.
Hanson merubah ideologi dan cara saya berpikir,
lirik-lirik Inggris nya satu persatu saya artikan,
tidak ada yang dalem atau gimana,
tapi identitas mereka sebagai anak baik-baik,
sayang keluarga,
menjadikan saya menjadi mereka.
Hahaha.
Itu jaman SD.

SMP,tadinya saya masuk SMP negeri favorit,
setelah terlibat kasus tidak penting (saya dituduh jadi pencuri,
dan dipermalukan di kelas),
saya pindah sekolah,
SMP negeri yang lebih dekat rumah,
dengan rasa minder luar biasa,
dan tanpa rasa percaya diri,
saya menjadi nerd,
total fucking nerd,
and definitely a loser.

Lalu, lagu apa yang didengarkan loser?
Tentu saja, punk.

Punk menjadi pelarian buat saya,
mulai mencuri-curi dengar lagu-lagu NOFX,
MXPX,
dan yak,
loser mana yang tidak mendengarkan BLINK 182?

Bukannya mengesampingkan greenday sebagai punk hero,
tapi lagu-lagu Mark, Tom, dan Travis,
lebih mengena di hati saya.
Mulailah saya menjadi pemberontak bodoh dengan celana kedodoran,
Entah saya yang memang terlalu berlebihan atau apa,
tapi teman-teman SMP saya memang tak terlalu suka punk,
mereka lebih doyan hip-hop,
atau jedag-jedug sekalian,
(SMP gw emang aneh,terletak di kampung,
tapi doyan nya lagu-lagu RnB,Hip Hop.. hahaha)

Oke,back to music,
hal magis kembali terjadi.
saya tumbuh dengan agresifitas tinggi,
dalam hal meyakinkan diri.

Dalam kebrutalan musik punk,
saya menemukan jawaban.

Saya tahu saya itu pecundang,
dan hidup itu sampah,
tapi saya menemukan semangat,
untuk bertahan hidup dengan cara saya sendiri.

SMA adalah masa transisi,
dimana kedewasaan bertemu dengan idealisme,
dan saya membuka diri kepada kerapuhan-kerapuhan dini,
saya mulai mendengarkan apa yang disebut dengan musik keras,
dan emosi tak terbatas,
sehingga yang saya dengar hampir mirip teriakan,
lebih menyerupai tensi dari kendaraan bermotor yang menabrak orang yang hendak menyeberang jalan yang sepi.

Dan ternyata itu bukan kenyamanan yang saya cari,
tapi lebih menyerupai keadaan untuk lagi-lagi diterima teman.


Dan it's not punk at all.

Awal perkuliahan yang unik,

Saya pun kembali ke track dasar,
dimana kemegahan dan kemapanan hidup bukanlah hal utama,
tapi menjadi diri sendiri adalah jawaban dari segala pertanyaan.

Setelah menyerahkan jiwa kepada alkohol beberapa waktu,
saya memutuskan berhenti,
setelah sebelumnya bersumpah tak akan menindik dan merajam tubuh dengan tatto,
saya kembali menuju jalan yang saya anggap benar.

It's Straight Edge,
Bagaimana kefanatikan terhadap sebuah aliran,
membentuk saya,
menjadi manusia tanpa asap rokok,cairan mengandung alkohol,
dan tanpa ketamakan akan pesta seks.

Well,untuk hal yang terakhir,
saya bukan menolak seks,
tapi untuk melakukannya dengan sembarangan,
saya akan menolaknya,
seks hanya akan menyenangkan untuk dilakukan dengan orang yang spesial,
dengan letupan perasaan,
dan agresifitas nafsu tanpa kontaminasi alkohol..

Music,
making me different,
making me better.

Music,is total fucking magic!

Tuesday, November 3, 2009

Semua Hal yang Terjadi,Memiliki Alasan...

Terlalu banyak prosa dalam tulisan-tulisan saya sebelumnya,
tak ada maksud menjadi lebih bijaksana,
ataupun merasa tua,
saya hanya sedang kehilangan sentuhan menulis lagu,
dan merasa nyaman dengan menulis sesuatu yang panjang,
dan dipanjang-panjangkan,
dan melebih-lebihkan sesuatu,
dengan saat yang bersamaan,
menyadarkan diri bahwa saya bukan siapa-siapa di dunia ini.
Oke,saya mulai terdengar menjadi sok idealis,
dan memiliki pandangan hidup yang jelas,
padahal,
saya sendiri belum tahu,
saya mau jadi apa.
Atau saya tahu apa yang saya mau,
namun terlalu takut membuatnya menjadi nyata?

Ini adalah bulan yang sebenarnya membuat saya jadi serba salah,
bingung,
takut,yap,luar biasa takut.
Saya memulai fase hidup sebagai pengangguran.
Bukan,saya bukan takut bekerja,
tapi saya takut memilih pekerjaan yang sebenarnya bukan mau saya,
tapi harus saya ambil demi hidup.
Oh Tuhan,
saya tak ingin hanya bertahan hidup,
saya ingin memperbaiki hidup.

Sebenarnya,saya tak pernah keberatan,
dengan satu atau dua jenis pekerjaan,
tapi... Bukankah kita diperbolehkan memilih?

Well,jawabannya selalu dilontarkan Mami saya setiap hari,
"Setiap hari berharga,jangan buang-buang waktu.."

Saya seperti anak bodoh,
bagai pungguk merindukan bulan (wekk,jadul bener idiom gw.. Hahahaha)

Saya menunggu waktu yang tepat,
dan jenis pekerjaan yang tepat.
Klise,
apalagi kenyataannya,
saya dihimpit masalah ekonomi,
atau istilah busuknya,
bokek berat.

Akh,ada yang bilang,
nikmati masa-masa seperti ini,
manjakan diri sendiri,
seharusnya mereka ngerti,
betapa bosennya makan indomie setiap hari!

Tak ada salahnya bermimpi,
meski ada yang bilang,
mimpi tanpa ambisi,
sama saja mati.

Siapa yang tak ingin menjadi kaya?
Memiliki uang berjuta-juta?

Tapi jika belum saatnya,
kerja keraspun sia-sia bukan?

saya menulis dengan seyum,
tapi mata saya berkaca-kaca,
ketakutan ini terlalu dalam,
bagaimana jika kelahiran saya tak berguna?
Atau,
saya memang tak bisa apa-apa?
Ini sama saja merendahkan kebesaran Tuhan,
tapi,
bisa kan kalian lihat dari bagian lain persepktif?

Mungkin,
saya hanya pemimpi yang depresi.

Mungkinkah meraih mimpi tanpa kerja keras?
Tanpa harus berusaha?

Saya hanya butuh lebih banyak waktu beristirahat,
sedikit meregangkan otak,
tapi sepertinya sudah terlambat.

Ini waktunya bangun dari tempat tidur,
dan mengejar mimpi.

Dengan otak lusuh,dan hati yang ketakutan,
ada yang tahu dimana semangat dan motivasi saat dibutuhkan?

Sunday, November 1, 2009

November,dan hujan tak turun seperti biasanya...

Rumah yang kosong,
jendela berembun,
mataku terpejam.

Tak sanggup kulihat,
dan kututup rapat,
kamarku yang hampa.

Aku berada,
di bagian hidup,
dimana sahabat tak ada,
Aku berada,
di bagian hidup,
disaat teman tak berguna.

Saturday, October 31, 2009

Siapakah Kita, Manusia?


Saya menulis di samping jendela,
ditemani deburan air dari langit yang kita sebut hujan,
memanggil setiap detik masa kelam,
dan membiarkan semua hilang saat nanti hujan reda.

Apa itu masa depan?

Bukankah kita hanya debu?

Mengapa kita memimpikan emas?

Bahkan kotoran anjing sepertinya lebih baik dari debu.

Siapa kita? Sempurna?
Apa yang kalian cari?
Bukankah satu bencana alam,
dapat melenyapkan kita?
Tak ada hal yang semudah membalikan telapak tangan,
kecuali,
kematian.

Mengapa kita suka sekali berbicara,
tentang hal yang tak perlu,
bahkan cenderung,
merubah kata menjadi peluru,
membunuh,
meelalui lidah,
dan bibir penuh nafsu,
nafsu membunuh.

Apa yang kita cari?
Kebenaran?
Bukankah kalian juga pendosa?
Bukankah tangan kalian juga berlumur darah?

Mengapa kita,
saling menghakimi?
Memilah mana yang baik mana yang benar,
maukah kalian,
dipilah dari lengan kalian,
saat lengan kalian melakukan kelaliman?
Munafik.

Siapa kalian?
Menghakimi.
Tidak ada yang lebih baik,
kita tak berbeda dengan pelacur,
pencuri,
dan pembunuh.

Bukankah seharusnya,
kita tidak membunuh,tapi juga memeluk pembunuh itu.

Masih ingin berbicara soal agama?

Oh Tuhan,
Anda pasti bercanda saat menciptakan manusia,
dengan otak yang luar biasa,
hanya digunakan untuk saling menghina?

Siapakah kita manusia?
Kematian akan membuat kalian,
hanya tinggal nama.

Saturday, October 24, 2009

L O V E

No other word to say,
LOVE,
is it a mistake?
because,
there's a lil bit regret on your mind,
well,mine too..

do we really need this?
Because maybe,
we're just in LOVE,
or might i say,
in a real LOVE...

i LOVE you,
no other phrase to say,
i LOVE you...

Wednesday, October 14, 2009

14.10.2009




October fourteenth. 

Nothing should be special, 
today will only like October fourteenth as ever. 
Magic. 
There's no better word to say, 
given the fact we are different. 

But who are we human? 

We ran, and fell, 
easy to like, easy to regret? 

For what this long run, 
if we will have each other? 

For what has been regretted, 
if we are going to be like this? 

 October fourteenth. 

Nothing should be special, 
today will only like October fourteenth as ever. 
Magic. 
There's no better word to say, 
considering we really did not differ. 

Who are we human? 

Seeking and loss, 
that survive only to die? 

May we no longer find each other, 
because we are met 

May we stay until we die. 

Writing the hope of every human being is happiness, 
and the fact only a matter of time. 

To Dinda Verona, 
for each sweat when confronted with the sun, 
for each of the inhalation of dust while exploring the way that never deserted. 
I love you,
in every single day,hour,minute,or second,
i meant it.

Sunday, October 11, 2009

Bertahan,Percaya....

Berdirilah di tengah rumahmu,
lihatlah sekeliling,
tak perduli bagaimana ukurannya,
kecil,besar,
pelajari kemegahannya, nikmati kesempitannya,
tak perduli bagaimana keadaannya,
kotor,bersih,
hirup debunya,rasakan wanginya.

Pernahkah kau bayangkan kehilangannya?
Meskipun kau tak pernah tau cara mendapatkannya..

Mensyukuri membuat kita merasa kecil dan tak berguna.

Begitulah hidup,
semua yang kita dapatkan adalah sia-sia,
jerit tangis dan keringat darah,
adalah kamuflase.

Kita hidup untuk bersyukur.

Karena,
percayalah,
apa yang kau dapat,
bukanlah jerih payahmu,
apa yang kau makan,
bukanlah hasil tanahmu.

Kita hanyalah debu tanah,
satu kepastian,
kita akan kembali menjadi debu tanah.

Bersyukurlah untuk setiap hasil,
dan jangan pernah berkata,
itu hasil jerih payahmu.

Karena, hasil yang kau terima,
adalah hasil kau bertahan,dan percaya.

Saturday, October 10, 2009

Agresifitas Mimpi

Waktu adalah satuan hitung. Membatasi ruang gerak, membuat nafas terukur angka.
Apa yang kita cari? Sebuah pilihan?
Bagaimana bila kita tak lagi menemukan pilihan?
Atau, pilihan kita hanya hidup atau mati?
Mana yang kita pilih?

Di awal tahun perkuliahan saya,
salah satu teman terbaik saya pernah mengatakan,
seberat-beratnya hidup saya,
saya selalu memiliki sebuah pilihan,
saya tak harus menimba air untuk mandi,
tak perlu berkeringat darah untuk makan sepiring nasi,
itu yang membuat saya lebih mudah berkata "tidak" pada sebuah pilihan.
Lalu bagaimana bila saya tak lagi menemukan pilihan?
Bagaimana jika saya harus berjalan puluhan kilometer untuk menimba air hanya untuk mandi?
Bagaimana jika saya harus mengemis hanya untuk mengais rejeki?
Semudah itukah saya akan berkata "tidak"?

Waktu merubah pribadi, bukan karakter.
Kita dibentuk menjadi pribadi yang lebih baik,
dengan karakter yang sama sejak lahir.

Di tahun-tahun berikutnya perkuliahan,
saya memperbaiki pribadi,
perkataan teman saya sepertinya terlalu banyak mempengaruhi hati,
afeksi,
menusuk hingga paru-paru saya berhenti,
tak lagi bernafas.
Saya tak punya pilihan,
atau kata lainnya,
saya tak lagi memberikan diri saya pilihan.
Tak ada baik dan buruk,
yang ada hanyalah kapan dan bagaimana.

Saya melihat segalanya dari perspektif lain,
saya melihat hidup saya dari mata ibu saya,
bagaimana dia bertahan hidup,
sembari menghabiskan waktu hidupnya dengan mempercayai saya,
saya melihat hidup dari mata ayah saya,
bagaimana kesempurnaan dan kemuliaan keringat,
menjadi sesuatu yang sia-sia di mata dunia,
menjadikan dia produk manusia dengan daya kerja robot perfeksionis yang luar biasa.

Mereka gila.
Luar biasa gila.

Kedua orang tua saya adalah alasan,
adalah pilihan,

alasan saya tak memberikan diri saya satupun pilihan.

saya harus menyelesaikan sebuah rangkaian pertanggung jawaban,
kepercayaan yang tak mungkin terbayar.

Dan inilah saya,
dengan miliaran kesalahan,
triliunan kekurangan,
berdiri di sini,
penuh bekas luka dan goresan darah,
lutut yang gemetar dan lemah,
tangan yang gontai,
memeluk kedua orang tua saya,
sembari berdoa,

"Sambut saya dalam agresifitas mimpi,
mustahil untuk manusia biasa tanpa berdoa,
saya hanya menyelesaikan sebuah proses awal hidup yang luar biasa,
terima kasih hanyalah dua kata,
namun kaya makna..."


Waktu adalah proses.
Jenjang kehidupan yang terbagi dalam fase-fase yang diukur angka.
Angkat gelasmu kawan,
bersulanglah untuk hari menuju kedewasaan,
dan agresifitas mimpi.


10 Oktober 2009,
beberapa hari setelah saya menyelesaikan kuliah saya,
skripsi,sidang dan revisi,
terima kasih atas proses penyempurnaan diri.

Sunday, September 27, 2009

Not Now

Saya pecinta Blink 182,
well,sebenarnya bukan hanya Blink 182,
tapi ketiga personilnya,
dan band-band yang mereka buat.
Kecuali Travis Barker,
yang notabene selain Blink, ia lebih banyak main hip-hop,
saya nge fans berat pada figur Mark Hoppus dan Thomas Delonge,
they're like,
pffuufh,
what could i say?
Made for each other.
Boxcar Racer is like "emo" Blink,
and +44 is like "new age" blink,
and AVA, for me,
is like EPIC blink,
so??
I LOVE them al,
but there's one song,
that captured all the moment,
last single from blink 182,
"Not Now"


NOT NOW
Come here, please hold my hand, Lord, now
Help me, I'm scared please show me how
To fight this, God has a master plan
And I guess, I am in his demand

Please save me, this time I cannot run
And I'll see, you when this is done
And now I, have come to realize
That you are, the one who's left behind

Please stay untill I'm gone
I'm here hold on to me
I'm right here waiting

I see, the light it feels good
And I'll come, back soon just like you would
It's use less, my name has made the list
And I wish, I gave you one last kiss

Please stay untill I'm gone
I'm here hold on to me
I'm right here waiting
And take my one last breath
And don't forget
That I will be right here waiting

Please stay untill I'm gone
I'm here hold on to me
I'm right here waiting
And take my one last breath
And don't forget
That I will be right here waiting

Please stay untill I'm gone
I'm here hold on to me
I'm right here waiting
And take my one last breath
And don't forget
That I will be right here waiting

Tom Delonge: "This song is about when you die, and you've just realized you died. You're looking at your lady, trying to say goodbye, and you can see her and you know she's there, but she can't see you and it's too late."

Monday, September 14, 2009

Doa,Kombinasi Tiga Huruf Paling Menakjubkan..


Hi there,
pffuuhh,lama sekali rasanya,
dari terakhir kali saya menulis disini,
keadaan sudah ada yang berubah,
yap,
saya dinyatakan lulus sebagai S.Ikom,
seorang sarjana,
meskipun,
saya merasa itu hanya istilah,
keberhasilan yang semu,
penambahan gelar bukanlah pelajaran yang saya dapat di saat sidang sabtu kemarin,
tapi lebih ke pendewasaan diri.

Saat sidang,
saya dihadapkan pada sebuah kenyataan,
bahwa saya tak mampu menggenggam hidup dalam tangan saya,
mematahkan semua fenomena buku "The Secret",
magnet hati saya hancur lebur,
kepercayaan diri saya dibombardir pada sebuah keadaan yang mengharuskan saya bertahan,
dan saya cuma sanggup bertahan,
membentengi diri dengan kata-kata,
yang pasti bukan dengan semangat,
tapi hanya dengan doa.

Yah,doa.

seringkali orang menganggap doa hanyalah kata-kata,
tapi ternyata,
doa bukan sekedar kata,
percayalah,
lebih baik berdoa daripada berfikir positif..

Berdoa membuat diri kita merasa rendah dan tak berarti,
membuat kita menjadi manusia,
yang terlahir dari proses luar biasa,dan menjadikan kita makhluk sempurna,
tapi bukan berarti kita hebat,
kita hanya sempurna,
bukan segalanya.

Berdoa membuat kita merasa lemah,
dan itulah bagian terpenting dari hidup sebagai manusia yang memiliki Tuhan,
kiat harus lemah dan tak berdaya,
kita harus hancur dan tak bermakna,
karena kita hanyalah debu dan sampah.

Iya,
doa membuat kita sadar,
bahwa kita itu bukan apa-apa.

Kembali ke ruang sidang,
diman hari itu saya tampil sempurna,
dibalut setelan jas hitam yang menakjubkan,
dipersenjatai dengan apa yang manusia sebut "Ilmu pengetahuan",
saya melangkah tegak,
dengan jutaan kebohongan dan kecongkakan yang saya bawa,
dengan lembaran kemunafikan,
saya angkuh,
merasa paling hebat,


detik demi detik,

yang saya lihat adalah sebuah medan perang buatan,
dimana di simulasi tersebut,
saya ditembaki peluru tanpa henti,
telinga saya berdengung,
desing peluru menderu,
saya dihujam membabi buta,
dan persenjataan saya seperti tak berguna.

Hampir saja semua gagal,
dalam hitungan detik,
perlawanan saya membuahkan perdebatan kosong,
dimana kedudukan saya kalah telak,
hanya keajaiban yang bisa menyelamatkan saya,
ada yang bilang keajaiban?

Doa itu hal paling ajaib,
magis,
komunikasi yang tidak ilmiah,
tidak bermetodelogis,
tidak berupa omong kosong,
tidak realistis,
tapi doa itu ada,
dan saya berdoa.

Memohon,
dalam derai kata-kata yang tertumpah,
dalam pertahanan yang semakin rapuh dimakan waktu,
saya berdoa,
berteriak meminta pertolongan....

Dan doa,
menjadi sebuah bahan peledak,
pertahanan terakhir,
amunisi yang tersisa,
saya duduk,
memohon,
dalam doa....

Semua ini ajaib,
dan doa menyempurnakannya,
saya tak percaya kebetulan,
saya hampir tak percaya takdir,
tapi saya percaya,
doa mampu mengalahkan nasib buruk,
meluputkan kita dari kekalahan,
magis,
tapi itulah kekuatannya,
tak tertandingi,
sebuah komunikasi yang tidak lgis,
tapi,
merupakan hal paling mulia,
karena,
itulah waktu kita,
berbicara,
mengeluh,
memohon,
kepada Sang Pencipta...



Tuesday, September 1, 2009

Love is the only reason we stay here....


Seringkali,
kita mengejar sesuatu yang muluk,
berambisi,
meski kita sendiri tak mengerti apa yang kita cari,
mengejar angin,
dengan satu harapan,
memperbaiki hidup, merasa bangga terhadap pencapaian diri.

Apa yang kita kejar?
Pujian?
Kepuasan diri?

Bukankah kebahagiaan sejati hanya dapat dirasakan hati?
Lalu mengapa kita malah menimbun materi?

Gelimang harapan,
penghidupan yang layak,
semua orang mengejarnya,
dan banyak orang mendapatkannya..

Tapi, benarkah mereka bahagia?


Kita bisa memliki penghasilan berjuta-juta,
tapi saya tak pernah akan menukarnya demi sebuah kebahagiaan.


Kita bersama disini,
menutup telinga,
menutup mata,
sama-sama berharap kitalah yang terbaik.

Saya bahagia bersamamu,
duduk dan berbaring di bawah langit,
memandang hari hingga tiba malam,
menutup dengan sempurna,
dan memulai sehari lagi,
hari bahagia...

Bersamamu, hanya bersamamu.

Sunday, August 30, 2009

Dunia Itu Berputar,dan Tuhan Ternyata Insomnia


Kita pernah berbicara soal keberadaan diri,
tentang bagaimana kita berhasarat mengulang semua dari awal,
setiap saat kita gagal.

Perasaan bersalah dan menyesal adalah pembunuh yang berpengalaman,
mereka menjatuhkan mental,
menghancurkan logika dan keberadaan diri,
membuat kita masih bisa bernafas,
tanpa mengerti untuk apa kita bernafas.

Kita membicarakan ketidakmampuan,
ketidakberdayaan,
yang membuat kita memohon belas kasih,
dan menempatkan diri,
sebagai bagian dari roda yang sedang berada di bawah,
bagian gelap dari bulan.

Namun,
kita pasti pernah,
tersenyum hingga tidur,
bermimpi mengenai surga,
dan kedamaian mersapi hingga ke relung otak,
menghangatkan hati,
merasakan kenyaman tingkat tinggi..

Dunia berputar kawan,
cepat atau lambat,
teruslah berharap dan bermimpi,
Tuhan tak pernah tertidur,
Ia mendengar dan memahami,
apa yang terbaik,
dan kapan saatnya,
untuk menjawab setiap doa dan ucapan syukur...

Friday, August 28, 2009

Fuck The Future,The Whole Wide World is Mine!!


"I wish i could change the world,for you and i..."
Boxcar Racer - I Feel So

Saya seringkali menulis soal hal ini,
bagaimana besarnya keinginan saya memberikan segalanya untuk kalian,
melihat kalian di sudut ruangan,
meratapi hidup,
berteriak berdoa,
menangis berdarah,
memohon kepada Tuhan,
agar segalanya dipermudah,
di balik kesusahan dan kesulitan.

Saya iri melihat kalian.

Bibir kalian kering berdoa,
lidah kalian lancar bersyukur,
meskipun rasa frustasi memperkosa,
meskipun tekanan hidup membabi buta.

Kalian berdiri,
menantang pagi,
berjibaku di bawah terik siang,
menyanyi riang di gelap malam.

Andai membunuh bukanlah kejahatan,
saya kan membunuh semua orang,
mereka cuma binatang-binatang liar,
tak pantas berdiri berdampingan dengan kalian,
menilai kalian,
dan bercakap-cakap dengan kalian.

memmbelah kepala mereka yang kosong dengan pedang,
dan membuang jantung mereka ke jalan,
biaa mereka rasakan direndahkan,
biar mereka tahu apa artinya diperlakukan seperti binatang,
seperti yang selama ini mereka lakukan.

"I swore ourselves a better life..."
Angels & Airwaves - Rite of Spring


Thursday, August 27, 2009

Egoisme adalah Cara Terbaik Menyalahkan Genetika


Spontanitas.

Kita seringkali memiliki respon yang luar biasa terhadap sesuatu.
Tidak selalu positif,
karena yang keluar hanyalah bentuk lain dari kepanikan.
Cermin egoisme untuk berlari menyelamatkan diri sendiri.

Saya dikelilingi oleh manusia-manusia yang penuh kepanikan,
rasa frustasi yang membumbung tinggi,
dan itu menjangkiti banya orang terdekat saya.

Dimana mereka mencari keamanan bagi hati mereka sendiri,
berkata semena-mena,
mungkin mereka hanya panik,
respon yang secara tidak sadar mereka lakukan.

Melihat mereka mengkhianati puluhan tahun keringat darah,
hanya demi kesejahteraan hati secara sementara.

Sakit?
Perih?

Saya mulai mati rasa,
suara dering telepon yang dipenuhi kemunafikan,
yang keluar dari bibir mereka,
tampaknya akan jadi sebuah rutinitas pengiris hati,
dimana kebohongan duduk manis disana,
menyemburkan sampah otak.

Sebagai selimut dan terpal yang melindungi kelemahan,
berputar dalam penyangkalan diri,
dan bersembunyi di hentakan nada yang berteriak
"Saya sudah lelah... Biarkan saya disini sejenak..."

Bercerminlah,
kita semua egois,
namun tak ada salahnya membunuh diri sendiri,
daripada menusuk jantung orang yang kita cintai.

Berdirilah,
Bertahanlah disana,
di tempat seharusnya
berdirilah sebagai manusia,
lemah dan tak memiliki daya.
Bertahanlah.

Friday, August 21, 2009

untitled


Tak ada yang suka terbangun di tengah malam,
dan menyadari bahwa ia kesepian.
Itu mungkin yang kita semua hindari,
tak ada yang ingin merasakan hal seperti itu,.
Mungkin bukan masalah fisik,
atau keberadaan seseorang di samping kita,
lebih kepada pencarian akan seseorang yang berdiri,
tersenyum dengan hangat di ujung lorong hati kita yang gelap.

Saya tidak berlebihan soal itu,
buktinya pasti kita seringkali merasa kesepian luar biasa di tengah keramaian?

Saya benci hal itu,
teramat benci.

Meskipun saya terbiasa kesepian,
kedua orang tua saya terbiasa kerja hingga larut malam,
bahkan saya harus menghadapi kenyataan bahwa,
mereka tidak bekerja untuk memperbaiki kehidupan,
justru mereka hanya bertahan hidup.
Saya tidak berkelimpahan materi,
bahkan jauh dari itu,
sempat mengalami rasa minder di awal saya beranjak dewasa,
saya lebih sering duduk di kamar sendirian,
mendengarkan lagu-lagu Blink 182 hingga NOFX,
daripada nongkrong berjam-jam dengan teman-teman saya.
Jujurnya, saya memang tidak pernah punya banyak teman.

Seiring waktu berjalan,
saya mulai bisa mengalahkan ego,
saya sempat berulang kali berkata pada diri saya di depan cermin
"Mungkin gw miskin,mungkin gw ga punya apa-apa,tapi gw bukan pecundang....."
Miris.
Tapi itu yang saya hadapi,
perlahan-lahan saya mulai sok percaya diri,
saya bahkan mendongakkan kepala,
meluaskan pandangan,
melihat sisi hidup dari pandangan yang berbeda,
memiliki banyak teman,
tertawa,bercanda,
tapi saya tetap kesepian.

Saya iri melihat teman-teman saya,
duduk manis di mobil mewah hasil jerih payah orang tuanya,
memeluk gadis-gadis bermata jelalatan yang haus perhatian.
Damn, coba saya jadi salah satu dari mereka,
pasti saya akan lebih memilih wanita yang berhati lembut dan tidak genit,
yang akan saya cintai sampai mati,
begitu lamunan saya.

saya bercita-cita untuk tidak kesepian,
itulah kenapa saya senang berada di tengah ibu dan ayah saya,
mencintai mereka dengan ketololan dan kekurangan saya.

saya akan betah duduk berlama-lama hanya untuk diam memandangi kekasih saya,
hanya karena saya tahu,
itulah detik demi detik yang saya idam-idamkan,
dan saya tidak merasa kesepian.

saya akan tahan bercerita hingga bibir kering,
menahan lapar,
sedikit mengantuk,
di tengah-tengah celotehan teman-teman saya,
karena saya tahu,
inilah rasanya tidak kesepian.

Damn,
i wish i could be there every time,
in the middle of my parents,my lover,and my best friends,
forever,
and i'll be happy until the day i die...


Sunday, August 9, 2009

Saosin - Voices

Hey,saya lupa,
hampir lupa,
atau sangat lupa??
Masa blog saya tak pernah memuat lirik-lirik lagu yang saya suka??
yang menggambarkan perasaan hati saya??
GA GAUL kan???
hahaha..
Baik,saya mau mulai sekarang..
hwiwiwi..
Ini lagu-lagu yang lagi saya dengarkan kembali,
alias lagi suka aja skrg,
karena hampir selalu dan pasti,
selera saya mah gitu-gitu aja...
Ga jauh dari AVA,Blink 182,Boxcar Racer...

Tapi,
akhir-akhir ini,
lagi suka mendendangkan lagu ini nih,
Saosin - Voices,
pada dulu pas lagu ini nge-hype,
gw ga suka-suka amat..
Hahaha..
Baca dah liriknya...
Ga bagus-bagus amat sih,
tapi lagi suka aja...
(Ini mah biar keliatan aktif aja nge-blog!)
hahahahahahahahaha


Saosin - Voices

I miss the part, when we were moving forward now
On our way down
But maybe someday, I'll be something more than love
Just know I'll never tell

And when you're on your way down
[Through the clouds]
And you're waiting for your body's re-entry again

We speak in different voices
When fighting with the ones we've loved
We speak in different voices
Why can't we say what we're thinking of

I'm missing parts, now that you've told me everything
On our way down
And I was blessed and I've forgotten how to love
You said you'd never tell

And when you're on your way down
And you're waiting for your body's re-entry again

We speak in different voices
When fighting with the ones we've loved
We speak in different voices
Why can't we say what we're thinking of

Not even I will tell,

We speak in different voices
When fighting with the ones we've loved
We speak in different voices
We say these things to know they're real

We speak in different voices
When fighting with the ones we've loved
We speak in different voices
Why can't we say what we're thinking of

We speak in different voices
when fighting with the one's we've loved
We speak in different voices
We speak in different voices
To know why you're real

Real...
I'll never

J.E.N.U.H


Wew,saya bingung mau menulis apa disini,
terlalu banyak yang harus saya utarakan,
hingga saya tak tahu harus memulai dengan kata apa,
amburadul sekali,
mengalahkan keadaan kamar saya,
kalimat-kalimat itu pecah berhamburan,
bertabrakan dengan sensitifitas yang mulai merepotkan,
ingin sekali berteriak di telinga kalian,
memuntahkan kedalaman prasangka,
tentang semua negatifitas,
getar ketakutan,
rintih tangis dari selubung otak...
akh,harusnya juga kalian merasakan,
atau saya terlalu hebat menyembunyikannya,
lewat lelucon, rajukan, dan tawa saya?

Ingin sekali berbagi dengan kalian,
duduk manis,
mengeluarkan semua sampah-sampah yang tak mampu didaur-ulang oleh hati,
ingin sekali mendengar apa yang kalian pikirkan,
ingin sekali melihat ekspresi wajah kalian,
saat mendengar apa yang sebenarnya saya inginkan selama ini,
ketidakmampuan saya untuk terus melahirkan senyum di wajah kalian,
hati dan otak saya terus berjibaku memikirkan itu,
keadaan ini,harus selalu saya salahkan?
Atau memang saya yang tak berguna?

Sedih melihat kalian tersiram hujan,
terhempas panas,
muak melihat kalian bernafas debu,
berlumur keringat...

Saya berharap memiliki dunia lain,
dan menempatkan kalian sebagai mestinya,
sehingga kalian bisa berdiri bebas,
tidak berlindung dalam gelap,
tidak dinilai dengan mata,
tapi dengan hati....

Saya mulai jenuh berharap,
mungkin saya mampu mengisi hati,
karena hanya itu yang bisa saya beri,
tapi,
semoga kalian perduli,
karena hanya itu yang bisa saya beri,
semoga kalian benar-benar bahagia di dalam hati,
dan akan selalu bertahan disini,
karena hanya itu yang bisa saya beri...

Saya mulai jenuh duduk disini,
terbatasi,
saya ingin mengajak kalian berlari,
membiarkan dunia berputar sendiri..

Saya jenuh,
tak bisa melakukan apa-apa,
untuk kalian,
tiga manusia,
yang begitu saya cintai....



Saturday, August 8, 2009

Tanda Tanya

Menaruh rasa penasaran di otak kecil,
bukanlah yang saya inginkan,
tapi entah,
kadar kepedulian yang terlalu tinggi dan melewati batas normal,
atau kasarnya,
saya serba ingin tahu?
Tukang gosip mungkin juga memiliki kaidah yang sama,
mereka selalu ingin tahu,
mungkin beda tipis dengan saya,
untuk beberapa orang terdekat,
saya selalu ingin tahu,
dengan apa yang terjadi dengan diri mereka,
baik lewat raut muka ataupun sifat atau perilaku mereka yang tiba-tiba berubah,
atau cenderung tidak biasa,
pasti saya mau tahu...
Hahahaha..
Bukan,tak ada maksud ingin mengorek lebih dalam untuk bahan gosip,
tapi ini bentuk kedekatan saya,
saya ingin teman saya,
merasakan bahwa saya perduli terhadap dia,
dan bukankah itu arti teman yang dekat?
perduli dengan sahabatnya?

Well,
entahlah,
sampai sekarang pun,
saya masih dianggap tukang gosip,
kepo,
ataupun apalah,
meskipun,
saya hanya mencoba perduli,
dan seharusnya tak ada yang salah dengan hal itu...

Friday, August 7, 2009

Kita Bukan Manusia, Kita Hanyalah Mesin



Sudah hampir seminggu terakhir, saya merubah sendiri jam tidur saya,
sepertinya saya butuh lebih dari 24 jam dalam sehari,
karena waktu seperti melesat bagai peluru,
saya seperti dikejar sebuah pesawat ulang alik yang memeluk roket,
bahkan kadang-kadang saya jadi tahu apa rasanya menjadi pegawai circle K.
Saat semua orang dirumah tertidur pulas, (hahaha... seakan-akan dirumah gw yang sempit ini ada banyak orang.. padahal cuma gw, ma bokap nyokap gw, a.k.a bertiga!!)
saya hanya akan terus berada di depan monitor seharga 3 sepatu Macbeth yang mulai berdebu ini,
menekan tuts-tuts keyboard,
dan sesekali menoleh ke layar televisi busuk,
dengan acara seperti MTV insomnia (ini acara MTV terbaik setelah keabsenan MTV BUJANG) ataupun playlist (yang punya band-band super gaib dan host ga guna...) yang merupakan tayangan ulang tadi siang,
di samping saya,
akan selalu ada segelas teh manis hangat yang akan mengalirkan sedikit kafein ke dalam darah saya,
(yep, teh aja cukup, teh juga ada yang mengandung kafein koq, kalo kopi, saya bisa ga tidur sampe jam 10 esok pagi....),
dan yak,
mengetik dan mengetik apa yang saya sebut sebagai,

"PULUHAN LEMBAR KEBOHONGAN DAN JUTAAN OMONG KOSONG YANG KITA BENTUK SECARA TEKNIS SEBAGAI SYARAT UTAMA MENDAPAT PENGHIDUPAN YANG LAYAK DI DUNIA FANTASI"
Kita belajar menghina,mengintimidasi lawan bicara,
menatap persis di kedalaman mata,
kita belajar menyakiti, bahkan jika perlu,
kita perlu menghabisi.
kita diajarkan benci,
kita hanyalah mesin,
yang dikala tidurpun harus berfikir,
tentang masa depan,
tentang apa yang akan esok hari berikan,
tentang keinginan menjadi kaya,
semua berputar,
seperti siklus hidup mesin,
merontokkan mur dan sekrup,
membuyarkan platina,
meledakkan kompressor,
kita hanyalah mesin,
kita hanyalah mesin...

saya mengerti sistem,dosen asas-asas manajemen saya berulang kali meneriakan,
"In hanyalah kesalahan sistem.."
Persetan. Perduli setan.
Toh kita juga masih bangun pagi,
diperkosa rutinitas,
diperbudak deadline,
jadi apa yang salah?
sistem?
Bahkan anak kecil depan rumah saya bakal berkata,
"Lw aja yang begoo..."
Inilah hidup,
yang semua orang bilang indah,
dan memang indah,
seindah pemandangan roller coaster yang stuck di tengah-tengah lintasan setinggi 20 meter,
dimana adrenalin terpompa luar biasa,
dan jantung sempat terhenti selama beberapa detik,
diperlukan ratusan liter insulin untuk menggantinya,
dan itulah indahnya dunia,
miris,
dan kita hanya dapat melihatnya.
bodoh..
teramat bodoh,
tapi mau tak mau,
suka tak suka,
saya harus menyukainya.
Seperti yang saya bilang,
kita bukan manusia,
kita cuma mesin,
yang berjalan dengan siklus,
dan sistem yang mulai porak poranda.