Hi there,
pffuuhh,lama sekali rasanya,
dari terakhir kali saya menulis disini,
keadaan sudah ada yang berubah,
yap,
saya dinyatakan lulus sebagai S.Ikom,
seorang sarjana,
meskipun,
saya merasa itu hanya istilah,
keberhasilan yang semu,
penambahan gelar bukanlah pelajaran yang saya dapat di saat sidang sabtu kemarin,
tapi lebih ke pendewasaan diri.
Saat sidang,
saya dihadapkan pada sebuah kenyataan,
bahwa saya tak mampu menggenggam hidup dalam tangan saya,
mematahkan semua fenomena buku "The Secret",
magnet hati saya hancur lebur,
kepercayaan diri saya dibombardir pada sebuah keadaan yang mengharuskan saya bertahan,
dan saya cuma sanggup bertahan,
membentengi diri dengan kata-kata,
yang pasti bukan dengan semangat,
tapi hanya dengan doa.
Yah,doa.
seringkali orang menganggap doa hanyalah kata-kata,
tapi ternyata,
doa bukan sekedar kata,
percayalah,
lebih baik berdoa daripada berfikir positif..
Berdoa membuat diri kita merasa rendah dan tak berarti,
membuat kita menjadi manusia,
yang terlahir dari proses luar biasa,dan menjadikan kita makhluk sempurna,
tapi bukan berarti kita hebat,
kita hanya sempurna,
bukan segalanya.
Berdoa membuat kita merasa lemah,
dan itulah bagian terpenting dari hidup sebagai manusia yang memiliki Tuhan,
kiat harus lemah dan tak berdaya,
kita harus hancur dan tak bermakna,
karena kita hanyalah debu dan sampah.
Iya,
doa membuat kita sadar,
bahwa kita itu bukan apa-apa.
Kembali ke ruang sidang,
diman hari itu saya tampil sempurna,
dibalut setelan jas hitam yang menakjubkan,
dipersenjatai dengan apa yang manusia sebut "Ilmu pengetahuan",
saya melangkah tegak,
dengan jutaan kebohongan dan kecongkakan yang saya bawa,
dengan lembaran kemunafikan,
saya angkuh,
merasa paling hebat,
detik demi detik,
yang saya lihat adalah sebuah medan perang buatan,
dimana di simulasi tersebut,
saya ditembaki peluru tanpa henti,
telinga saya berdengung,
desing peluru menderu,
saya dihujam membabi buta,
dan persenjataan saya seperti tak berguna.
Hampir saja semua gagal,
dalam hitungan detik,
perlawanan saya membuahkan perdebatan kosong,
dimana kedudukan saya kalah telak,
hanya keajaiban yang bisa menyelamatkan saya,
ada yang bilang keajaiban?
Doa itu hal paling ajaib,
magis,
komunikasi yang tidak ilmiah,
tidak bermetodelogis,
tidak berupa omong kosong,
tidak realistis,
tapi doa itu ada,
dan saya berdoa.
Memohon,
dalam derai kata-kata yang tertumpah,
dalam pertahanan yang semakin rapuh dimakan waktu,
saya berdoa,
berteriak meminta pertolongan....
Dan doa,
menjadi sebuah bahan peledak,
pertahanan terakhir,
amunisi yang tersisa,
saya duduk,
memohon,
dalam doa....
Semua ini ajaib,
dan doa menyempurnakannya,
saya tak percaya kebetulan,
saya hampir tak percaya takdir,
tapi saya percaya,
doa mampu mengalahkan nasib buruk,
meluputkan kita dari kekalahan,
magis,
tapi itulah kekuatannya,
tak tertandingi,
sebuah komunikasi yang tidak lgis,
tapi,
merupakan hal paling mulia,
karena,
itulah waktu kita,
berbicara,
mengeluh,
memohon,
kepada Sang Pencipta...
No comments:
Post a Comment