Mengeluh adalah (bagian dari) adaptasi. Bahagia adalah (menikmati) depresi.
Jika hidup adalah pertempuran, maka mimpi adalah amunisi.

Berdoalah, doa menguatkan hati.

Sunday, December 13, 2009

Catatan Itu,Berjudul "Beda"


Sudahkah kalian mendownload "Beda" dari band terbaru saya,

Astonia?

Sudah mendengarkannnya?


Tentu saja,

Saya sudah ratusan kali mendengar hasil rekaman "Beda",
yang direkam dengan keadaan seadanya,
dan selama ratusan kali mendengarnya,
saya terkejut apabila anda menyukainya.

"Beda" adalah konsep,
jika diibaratkan makanan,
maka "Beda" adalah bahan makanan mentah.

Semua orang menyukai Hamburger,
tapi akan sedikit yang akan tertarik dengan roti dan daging mentah kan?

"Beda" adalah satu-satunya lagu yang saya tulis dalam beberapa bulan terakhir ini,
sebuah musik konsep,
saya tak pernah bilang kalau "Beda" adalah lagu yang enak,
tapi untuk urusan konsep,
saya bisa bilang,
ini adalah lagu yang sangat memusingkan saya.



Dimana kesempurnaan sebuah hubungan,

menjadi sangat tak sempurna,

karena satu dua hal perbedaan.




Entah itu pandangan,

gaya hidup,

persepektif,

kasta sosial,

hingga,

keyakinan.




"Beda" bercerita dan ditulis berdasarkan hal rumit yang sesederhana itu,

konsep yang menarik untuk sebuah tulisan.
Tapi,mengubah "Beda" menjadi sebuah lagu?

Semesta pasti bercanda.

Angels and airwaves.

Hanya band itu yang saya pikirkan,
saya berusaha keras menemukan not-not,
dan nada-nada tertentu agar tedengar seperti mereka.
Sampah?
Pemaksaan kehendak?
Hei,namanya juga usaha,dan "Beda" adalah korbannya.



Saya merumuskan nya sedemikian rupa,

meskipun pada kenyataannya,

lima kepala di Astonia kembali memberikan saran dan masukan beragam.


Apa lagi yang anda harus tahu?
Intro "Beda" adalah tiruan The Ting Tings di "Great DJ".
Sedangkan di akhir,
kami menggunakan sedikit formula emo di dalamnya.
Vierra? Mereka sama saja.
Ambience yang kalian dengarkan di "Beda" dibuat tanpa not dan chord yang jelas,
karena saya hanya menggunakan laptop -yang sebenarnya sangat canggih,tapi saya yang luar biasa menyedihkan- pinjaman.

Apa lagi?

Sekarang,
kini saatnya anda berbaring di kasur,
ingat sebuah hubungan di masa lalu yang tak berjalan mulus,
kenakan headphone atau headset,
coba pejamkan mata,
dengarkan "Beda"







"Beda"


Dinding,


itu tak terlihat.


Namun terasa,begitu nyata.


Seakan jurang,


telah tercipta,


di antara kita,


Berdua.






Bila harus menangis,


menangislah.


Karna yang harus terjadi.


(maka) Terjadilah.






Meski kita sempurna,


di dalam inginku,


Meski aku merasa hati kita tlah menyatu.


Kita berbeda.

Friday, December 11, 2009

Rahasia Hidup? Ini Namanya Peredam Kejut!

Inilah hidup.
Asimetris.

Tak mungkin otak kita,
yang volumenya tak seberapa,
mampu menampung segala kemungkinan.

Saya masih belum juga mendapat pekerjaan hari ini,
bahkan belum ada tanda-tanda akan segera bekerja.
Selain tawaran sebagai copywriter freelance di sebuah perusahaan web design yang langsung saya terima,
tapi ayolah,
itu cuma freelance.

Saya masih juga belum mampu menebus Brighton,
tapi kalo sampai uang hasil nego -yang alot- dengan klien itu turun,
saya pasti langsung menebusnya,
meskipun ada Matthew dan 45rpm yang menggiurkan juga,
apalagi katanya Schubert yang baru senyaman DK.
BM dikala tak berduit.
Itu selalu terjadi.


Tapi siang ini,
saya bangun dengan kelaparan,
setelah mencuci motor (pengen dandanin lagi,tapi masih bokek berat),
saya cabut ke rumah pacar,
cuaca nya lagi aneh,
jumat emang suka aneh.
Sampai dirumah pacar malah mual,
padahal niatnya mau numpang makan.
Ngahahahaha.

Akh sudahlah,
menjelang jam 2 siang,
saya dan pacar menerjang jalanan,
sempet ngebut total karena pacar ngeluh kepanasan.
destination? HARD ROCK CAFE sodara-sodara!

Hebat kan?
Pengangguran tapi lunch nya di HRC!!
Thanks to bokap nya pacar,
yang ngasih voucher 400 rebong.

Makan di HRC untuk pertama kalinya,
sebenernya kedua kali,
cuma kali in lebih gugup,
ngeliat menu makanan harganya sinting-sinting.
Aarrgh,i hate cafe!

Pacar mesen salmon dan dia eneg.
Gw mesen grilled chicken breast dan ludes tak tersisa.
Terlibat pembicaraan mendalam,
dan setelah 2 gelas cola float,
akhirnya cabut juga dari Hard Rock,
dan apa yang langsung saya lakukan?

BOKER!

Ngahahahahaha.

Entah kenapa,
mungkin terbiasa kena teri atau indomie,
perut gw kaget nge hajar makanan seharga 150 rebong seporsi.

Setelah bermacet ria menuju Yanty (senaYAN ciTY),
gw beli tiket nonton,
yang beneran murah,
Ninja Assassin,
sumpah nonton hari jumat di Yanty cuma gocap,
dan duit gw emang cuma segitu.
Ngahahaaha.

Dengan penuh pengertian tentang gw yang bokek berat,
pacar gw kembali nraktir yoghurt J.Co,
yang kita makan berdua (couple dengan 4 toping,mancep!)

Sedih sebenernya pas jalan pas ga punya duit,
pengen gitu sok-sok nraktir apa gitu.

tapi gw nraktir koq,
nraktir parkir.

Setelah beli popcorn dan softdrink buat bekal nonton (yang lagi-lagi ditraktir pacar saya..),
saatnya mulai nonton!

Ninja Assassin yang ternyata peran utama nya tuh si Rain,
bener-bener berdarah,
maksudnya penuh darah,
sepanjang film,
berdarah mulu.

3 dari 5 bintang sih,
tapi okelah.

Perjalanan pulang,
pacar ketiduran di motor,
ini kebiasaan barunya sejak kerja,
posisinya meluk gw,
dan kepalanya di pundak kiri gw,
lelap banget.

Gw suka sedih ngeliat dy kayak gitu,
i wish i have a car,
so she can lay down,
ga tidur dalam posisi duduk kayak gitu.
Kasian.

Sempet beli risol di pinggir jalan buat adeknya,
akhirnya sampe juga kerumahnya.

Perjalanan pulang kerumah gw,
gw kembali terserang hasrat ingin boker,
nyampe rumah langsung ngehajar toilet.

LEGA!
Ngahahahha.

Tiba-tiba nyokap ngasih hoka-hoka bento,
gw makan lauknya aja,
mantep!


Baru saja bersyukur buat hari yang luar biasa ini,
siang makan di HRC,
sore ngemil J.Co,
malemnya nonton,
trus dikasih hokben.

Finally nyokap ngasih surprise,
seratus ribu meluncur dari dompetnya buat melengkapi hari ini.
Sumpah speechless.

Hidup memang luar biasa menganggumkan,
saya ingat betapa laparnya saya tadi pagi,
dan malam ini,
saya kekenyangan,
dan dompet saya kembali terisi uang.
-Pacar sempet becanda soal dompet saya yang isinya cuma bon-

Dunno what to say,
there's a million wishes in my thought,
but...
I thankful for today.

Best wishes!

Wednesday, December 9, 2009

Astonia : 13122009


Saya sering duduk dan menulis sesuatu,
bukan seperti blog,
tapi lebih menuju prosa,
sebut itu puisi,
atau lirik,
karena pada akhirnya,
saya pun berusaha menyanyikan semua yang saya tulis.

"Dinding,itu tak terlihat,
namun terasa begitu nyata,
seakan jurang,
telah tercipta,
diantara kita berdua.."

Jujur, saya menulisnya berdasarkan hubungan saya dengan salah seorang wanita,
yang tidak berhasil.
Hubungan itu hilang,
dibatasi oleh rasa takut,
rasa bersalah,
dan ego masing-masing.

Perbedaan besar yang menghalangi,
mungkin saya berlebihan,
tapi bila perbedaan itu menyangkut hal seperti,
agama (keyakinan) ataupun status sosial,
berhentilah berharap,
karena hanya akan menghabiskan waktu.

Judul prosa itu adalah "Beda",
yang akhirnya menemukan bentuk,
setelah saya berhasil meramunya dengan nada,
dan "Beda" pun lahir sebagai lagu.
Murni seperti luka yang saya tunjukan dengan bernyanyi,
"Beda" memiliki identitas dengan luka saya di dalamnya.

Seperti bukan kebetulan,
saya pun sedang berada di tengah keputusan,
untuk kembali membentuk sebuah bentuk,
sebuah formula.

Another alter-ego band.

Dimulai di pertengahan tahun ini,
kami meramu,
mencari celah,
mencari jalan,
berlatih tanpa menyerah,
mencari rumusan yang tepat,
namun tak pernah kami temukan.

Saya mohon lupakan agresifitas yang saya tunjukan,
melalui Glory of Any Nation (www.myspace.com/gloryofanynation),
ini sesuatu yang saya -usahakan- berbeda.
Baik dari segi emosi,
dan penulisan materi,
Saya harap ini berbeda.

"Beda" adalah salah satu materi yang kami bawakan saat itu,
dan dengan penuh beban,
kami merekamnya saat latihan.
Penuh beban?
Yap,
kami dilanda kebingungan,
bimbang,
harus seperti apa kami terdengar,
dan hasilnya,
"Beda" hanyalah beda.

Tak ada yang benar-benar kami lakukan,
kecuali memasukan unsur ketakutan di dalamnya.

Tak ada yang jelas,
kami membuatnya abu-abu.

Tapi,
dibalik semua kesalahan yang kami lakukan,
dan usaha keras kami untuk mencari inti cerita,
kami memang terjatuh dan gagal saat merekamnya.

tapi kami berhasil menemukan letak kesalahan,
dimana ketakutan bukanlah musuh,
tapi seorang teman.

Band pop mana yang menulis dengan penuh ketakutan?

Kami melakukannya.

Kami merumuskannya.

Kami melahirkannya.

Sebut kami,
Astonia.


Astonia,
sebuah keadaan yang tercipta,melalui atmosfir yang ada diantara putih dan hitam,dilemma tak terbayangkan. seperti dua sisi mata uang, berbeda, tapi tak mampu terpisahkan, dan keabu-abuan menjadi indah.

Astonia adalah kesimpulan,atau akronim, dari dua kata dengan keadaan yang bertolak belakang, melahirkan kesimpulan dan akronim.

Di satu sisi,
sebut ini Asthenia.
Bayangkan sebuah keadaan gelap dan tanpa harapan,
seperti heningnya luar angkasa.
Nafas dan detak jantung hanya kan menjadi satu-satunya suara yang hadir diantara kita.

Di sisi lain,
inilah Astoria.
Jika kalian merindukan keadaan di saat berkumpul di tengah-tengah keluarga,
dan orang-orang yang kalian cinta.
Di kota tempat kalian beranjak dewasa.

Bebaskan pikiranmu,melanglang buana,dan terbuai oleh cinta kasih,persahabatan dan perasaan berlebihan.

Kami menyebutnya.
Astonia.

Kami berlima ada disana, di akhir tahun yang melesat bagai cahaya, setelah di pertengahan tahun kami lewati bersama. Musik dan nada hanyalah bagian yang tercipta, meskipun arti sebenarnya telah kami tuliskan sebelumnya.


"Kata-kata adalah peluru,dan nada yang bergema merupakan dasar kehidupan yang menyenangkan"

Michael Kienzy - Astonia -

Join Astonia on facebook
Astonia

Promote Your Page Too


"Beda" (Live Rehearsal Version) is available for download
http://bit.ly/3vjoQn