Atas nama ribuan tagihan yang menyuplai darah menuju otak untuk tetap membuatmu sadar akan setiap deadline yang menumpuk akan menjadi jawaban atas semua kegundahan mesin anjungan tunai mandiri yang hanya terisi di awal bulan.
Atas nama senyum manusia-manusia yang paling kau cintai yang terus membuat jantung mu memompa semangat agar engkau tetap tertunduk diam mengepalkan tangan menelan emosi dendam dan semburan kemarahan sembari menyimpan dan membunuh jutaan ide-ide gila bersemayam dibalik tumpukan tekanan dan tuntutan pekerjaan.
Kau dan aku ada.
Menjadi bagian dari roda-roda yang mereka sebut sebagai kehidupan, bagaikan rantai penggerak, bagaikan kuda penarik kereta, bagaikan budak yang dibalut Prada atau Versace hingga ujung kepala hanya agar bisa berbangga, bagaikan syaraf setiap ujung-ujung jari yang berdarah, menunggu habis. Menunggu akhir.
Kita ada.
Di balik jerat-jerat mimpi dan cobaan bagi diri kita sendiri. Menjadi wabah demi memuaskan hasrat dan nafsu untuk bersaing membuktikan potensi diri. Mencari sorot lampu dan percikan cahaya blitz atas semua hasil fenomenal yang lahir dari pemikiran, atas dasar usaha, atas hasil kerja keras melacurkan keringat darah dan tulang-tulang mengering bertahan dari reruntuhan harga diri - yang tentu saja tidak seberapa - dibandingkan tepukan hangat penuh senyum dari sang emperor.
Ada, namun benarkah hidup?
Sejak pagi bergeming memanggilmu dari kenyamanan mimpi dan menusuk degup jantungmu dengan bebunyian sengit yang lahir dari kotak pintar berlayar sentuh yang sering kau turuti dibanding kau mematuhi kata-kata ibumu, kemudian berjibaku melupakan indahnya senyum hangat selayaknya malaikat demi mengejar dentuman detik per detik di aspal yang dipenuhi para pejuang - jika kau menganggapnya begitu - yang berhimpit bergantian mencari celah seakan lebah yang melihat setetes madu, berguncang, bergemuruh, dan kau sampai pada tempat yang mereka sebut "pelampiasan kreatifitas dimana setiap jengkal kemampuan otakmu kami bayar lunas".
Demi kau. Demi mereka. Demi Nanti. Nanti. dan Nanti.
Aku ada, tapi tidak hidup.