Encore
Mengulang sejarah mungkin bukan sebuah hal yang menarik untuk setiap kita yang selalu mencari tantangan baru.
Beberapa dari kita berfikir sedemikian rupa untuk mengeksplorasi ide dan mencoba menemukan hal yang baru.
Alive&Aloud juga sebenarnya selalu mencoba hal yang sama. Dibalik keterbatasan pengetahuan dan kemampuan, saya selalu berusaha melahirkan hal-hal baru, setidaknya buat saya. Haha.
Namun di awal 2016, saya mengingat proyek bernama "THE MACHINE";
Sebuah artikel Vintage Work Shirt yang menjadi salah satu proyek ambisius yang cenderung terlampau angkuh bahkan untuk saya sendiri.
Tanpa pengetahuan yang cukup mengenai seluk beluk pembuatan kemeja, bermodalkan insting dan selera saja, saya memaksakan diri menjalankan proyek ini.
Sukses? Di sisi penjualan, saya berhasil. THE MACHINE terjual habis dalam waktu kurang dari 2 hari. Jangan berfikir muluk dan merasa saya hebat, karena kuantitas artikel THE MACHINE memang begitu terbatas. Bahkan alokasi untuk salah satu dealer Alive&Aloud di salah satu kota akhirnya saya batasi.
Di sisi kreatifitas, saya juga (merasa) berhasil. Saya sepertinya melahirkan sesuatu yang baru, berinovasi.
Namun di sisi produksi, saya diwajibkan melakukan banyak instropeksi diri.
THE MACHINE memiliki begitu banyak celah yang seharusnya dapat saya atasi, baik dari kualitas jahitan, pola, hingga detail-detail tertentu.
Proyek ini berhenti begitu saja dengan Euphoria, ya tentu saja, sisi penjualan yang menentukan hal tersebut.
Butuh waktu 4 tahun untuk saya agar kembali berani mengkaji dan menggali lebih dalam mengenai kualitas yang saya inginkan pada proyek THE MACHINE ini.
Secara personal, saya berharap investasi waktu, usaha, dan kerja tambahan yang saya berikan bisa cukup maksimal. Mengingat ini adalah rilisan pertama semenjak saya resmi menikah, kehidupan pribadi terbelah diantara menjadi karyawan, suami dan bersenang-senang. Haha.
Alih-alih merepotkan, Istri saya bahkan tidak pernah absen menemani saya dari awal proses pemilihan bahan hingga produksi, dia menjadi satu-satunya supporter paling setia dan partner berdebat yang paling sering mengingatkan agar proyek ini tidak terbengkalai dan segera selesai.
THE MACHINE dimulai dengan pemilihan bahan, tema serta beberapa detail yang ingin saya perbaiki.
THE MACHINE pun akhirnya bisa kembali, saya memberikan kode "REVOKE" pada proyek ini, karena THE MACHINE tidak terlahir kembali, namun hanya diperbaiki di beberapa sisi.
Detail-nya pun kurang lebih sama, namun dibuat dengan tehnik yang berbeda.
Pola yang regular, hidden button down, two chest pocket with flap dan pencil space. Semua saya pertahankan dari rilisan pertama.
Saya bahkan akhrinya berhasil menemukan rekan yang mau menggunakan teknik konstruksi Single Needle, untuk produksi kali ini. Konstruksi ini menggunakan satu jarum, dengan tingkat kekuatan jahitan yang memungkinkan setiap lipatan dan potongan bahan tidak melalui mesin obras sehingga tampilan bagian dalam dan luar terlihat begitu rapih.
Saya menghabiskan waktu berbulan-bulan memilih rekan yang bisa menyelesaikan proyek ambisius ini, meski output-nya terbilang sederhana, tapi detail yang saya inginkan ternyata menyulitkan untuk kuantitas produksi sekecil Alive&Aloud.
Untuk detail, saya juga masih menyematkan satin tag di bagian dalam kerah serta woven tag di pojok kanan bawah kemeja.
Saat penentuan tema, proyek THE MACHINE jilid kedua ini mengalami 6 (enam) kali perubahan, dan tema terakhir justru ditentukan di 2 (dua) hari terakhir pra-produksi.
Tema yang akhirnya saya gunakan adalah frase FREEDOM IS NEVER FREE, sebuah idiom yang pernah saya gunakan pada sebuah artikel yang tidak jadi dirilis. Saya tidak akan mencoba menjelaskan lebih dalam, ungkapan tersebut saya rasa sudah cukup eksplisit.
Di kemudian hari, saya malah melihat siluet proyek THE MACHINE jilid kedua ini sekilas menyerupai seragam penjara, dan munculah ide untuk menahbiskan-nya dengan mengeksploitasi frase tersebut. Sedikit berbeda dengan beberapa rilisan sebelumnya, saya memilih untuk memaksimalkan pada sisi produksi ketimbang gimmick yang biasa-nya tersedia.
The Machine II, sepertinya cocok disebut Prison Shirt, akan tersedia tanggal 26 Juni 2016.
Seperti biasa, kuantitas yang tersedia amat sangat terbatas.
Regards,
Mike
THE MACHINE II : REVOKE
Prisoner Shirt Inspired made with Asphalt Color Medium Weight Drill Fabric.
65% Polyester/35% Cotton.
Single Needle Construction
Back Yoke
Hidden Button Down.
Tonal seam stitching.
Two Chest Pocket; with Flap; and Pencil Division on Left Pocket
"FREEDOM IS NEVER FREE" Campaign Embroidery on Right Chest
Alive&Aloud Co. Logo Embroidery on Left Chest.
Signature satin and washing tag.
Signature woven tab on bottom right.
IDR 275.000,-
Size Available : S-M-L-XL
Limited drop available at 26.06.2016, online exclusive.
Size Available : S-M-L-XL
Limited drop available at 26.06.2016, online exclusive.