Mengeluh adalah (bagian dari) adaptasi. Bahagia adalah (menikmati) depresi.
Jika hidup adalah pertempuran, maka mimpi adalah amunisi.

Berdoalah, doa menguatkan hati.

Friday, August 7, 2009

Kita Bukan Manusia, Kita Hanyalah Mesin



Sudah hampir seminggu terakhir, saya merubah sendiri jam tidur saya,
sepertinya saya butuh lebih dari 24 jam dalam sehari,
karena waktu seperti melesat bagai peluru,
saya seperti dikejar sebuah pesawat ulang alik yang memeluk roket,
bahkan kadang-kadang saya jadi tahu apa rasanya menjadi pegawai circle K.
Saat semua orang dirumah tertidur pulas, (hahaha... seakan-akan dirumah gw yang sempit ini ada banyak orang.. padahal cuma gw, ma bokap nyokap gw, a.k.a bertiga!!)
saya hanya akan terus berada di depan monitor seharga 3 sepatu Macbeth yang mulai berdebu ini,
menekan tuts-tuts keyboard,
dan sesekali menoleh ke layar televisi busuk,
dengan acara seperti MTV insomnia (ini acara MTV terbaik setelah keabsenan MTV BUJANG) ataupun playlist (yang punya band-band super gaib dan host ga guna...) yang merupakan tayangan ulang tadi siang,
di samping saya,
akan selalu ada segelas teh manis hangat yang akan mengalirkan sedikit kafein ke dalam darah saya,
(yep, teh aja cukup, teh juga ada yang mengandung kafein koq, kalo kopi, saya bisa ga tidur sampe jam 10 esok pagi....),
dan yak,
mengetik dan mengetik apa yang saya sebut sebagai,

"PULUHAN LEMBAR KEBOHONGAN DAN JUTAAN OMONG KOSONG YANG KITA BENTUK SECARA TEKNIS SEBAGAI SYARAT UTAMA MENDAPAT PENGHIDUPAN YANG LAYAK DI DUNIA FANTASI"
Kita belajar menghina,mengintimidasi lawan bicara,
menatap persis di kedalaman mata,
kita belajar menyakiti, bahkan jika perlu,
kita perlu menghabisi.
kita diajarkan benci,
kita hanyalah mesin,
yang dikala tidurpun harus berfikir,
tentang masa depan,
tentang apa yang akan esok hari berikan,
tentang keinginan menjadi kaya,
semua berputar,
seperti siklus hidup mesin,
merontokkan mur dan sekrup,
membuyarkan platina,
meledakkan kompressor,
kita hanyalah mesin,
kita hanyalah mesin...

saya mengerti sistem,dosen asas-asas manajemen saya berulang kali meneriakan,
"In hanyalah kesalahan sistem.."
Persetan. Perduli setan.
Toh kita juga masih bangun pagi,
diperkosa rutinitas,
diperbudak deadline,
jadi apa yang salah?
sistem?
Bahkan anak kecil depan rumah saya bakal berkata,
"Lw aja yang begoo..."
Inilah hidup,
yang semua orang bilang indah,
dan memang indah,
seindah pemandangan roller coaster yang stuck di tengah-tengah lintasan setinggi 20 meter,
dimana adrenalin terpompa luar biasa,
dan jantung sempat terhenti selama beberapa detik,
diperlukan ratusan liter insulin untuk menggantinya,
dan itulah indahnya dunia,
miris,
dan kita hanya dapat melihatnya.
bodoh..
teramat bodoh,
tapi mau tak mau,
suka tak suka,
saya harus menyukainya.
Seperti yang saya bilang,
kita bukan manusia,
kita cuma mesin,
yang berjalan dengan siklus,
dan sistem yang mulai porak poranda.

No comments: