Mengeluh adalah (bagian dari) adaptasi. Bahagia adalah (menikmati) depresi.
Jika hidup adalah pertempuran, maka mimpi adalah amunisi.

Berdoalah, doa menguatkan hati.

Monday, July 25, 2011

Rahasia Itu Terbuka

Berhati-hatilah dengan apa yang kau impikan, tak semua harganya sanggup kau bayar.
Jika engkau dijanjikan surga,
masihkah engkau menolaknya?
Meski bayarannya darah.
Bisakah engkau terlena?

Kita manusia,
kita hanyalah manusia.
Beban itu biasa,
menyerang kita sejak nafas pertama.

Masa depan ku telah terlihat,
Ia telah membuka semua rahasia,
tingkap langit yang menjadi milikNya,
telah diberikannya padaku.

Tapi aku cuma manusia,
aku tak punya daya.
Dagingku masih berupaya,
meminta dipuaskan.
Jiwaku masih terperdaya,
meminta dibakar menyala.
Adrenalin memompa meminta dipuja.

Namun keindahan dan segala kesukaan abadi berada disana,
menunggu aku dengan segala kemegahannya.
Bukan dongeng tentang segala dunia yang fana,
bukan harapan semu hasil berkeringat darah.

Ia menjanjikan aku semua yang bahkan tak sanggup orang lain bayangkan.

berdiri aku disini,
menatap langit,
sendiri.

Aku hanya ingin dia ada disini,
menemani dan berlari bersama aku sampai aku mati,
menikmati janji yang Engkau beri.

Tuesday, July 19, 2011

Where?

Got nothing to do at the office,
since i already finished all my deadline.
Tapi dengan flu dan batuk yang sekacau ini,
ga semangat rasanya mau ngapa-ngapain.

What should i write here?
Ga ada ide sebenernya,
yang ada ingus yang daritadi naik turun.

Anyway,
life was getting any harder day by day,
and i start to losing all my excitement.

Everything's not so fun anymore,
i don't know where i'm going now.

Di satu sisi,
banyak orang yang bilang ini kedewasaan,
kita disuruh belajar memahami hidup lebih dalam,
nyari arti hidup kita di dunia.

Searching. Waiting.


Loading.

Intinya,
ada begitu banyak tuntutan yang menghimpit leher gw,
ada begitu banyak tanggung jawab yang mulai berasa beratnya.

I don't know where i'm going right?

disuruh menjadi lebih baik,
saat kita merasa udah cukup baik itu gimana ya rasanya?

Nobody's perfect,
but everyone needs perfection.


Bingung juga,
gw mau nuntut siapa ya?
Salah sih awalnya gw emang bukan tipe yang suka nuntut,
emang semua salah awalnya,
gw selalu diem aja di dalem,
ngalah sama keadaan.
Gini-gini aja jadinya,
sekalinya nuntut,
malah nuntut sama diri sendiri.

Soalnya kalo nuntut sama orang lain,
satu sisi gw ga enak,
orang lain itu pasti kaget,
since in the beginning,
i'm not that kind of person.

Bingung.
Kita emang diciptain buat bingung kali ya?



Atau orang-orang aja yang bikin hidup riweuh?
Ga simpel.



Hidup emang ga simpel men,
gaya gw aje ga simple.


Pengen rasanya jadi orang yang biasa aja.


So i don't put too many wishes,
and people don't throw me so many hopes.

Sunday, July 17, 2011

Ini Bukan Ujian Hidup, Ini Harga Yang Harus Dibayar

Seperti terjatuh menjelang sampai garis akhir,
tersandung,
jatuh dan hampir kehilangan nafas.
Lelah,
emosi,
penat,
memberangus dan membungkus,
menjadi satu.
Seiring rasa bersalah yang mengalir melalui darah,
meremukan hati sekeras baja.

Baru sesaat ternyata buku kehidupan tidak menulis apa yang selama saya katakan,
tidak ada ujian yang diberikan Sang Khalik,
ini semua adalah siklus yang saya ciptakan sendiri,
berputar,
harga yang harus dibayar.

Setiap mili kesalahan tidak begitu saja luput,
kita mengalami apa yang mereka sebut karma.
Karena hal ini lah terjadilah hal itu.
Karena hal itu lah terjadilah hal ini.

Semua karena kelemahan kita.

Emosi itu mudah.
Amarah itu megah.

Saya pernah menulisnya,
dan kini memecahkannya.

Kita membuka celah,
untuk iblis mengambil langkah,
melemahkan dan menghancurkan setiap sendi,
membuat kita jatuh tak sadarkan diri,
terbakar emosi.
Mencintai materi.
Mencintai harum ekspetasi.


Tulisan ini mengalir begitu saja,
jari tangan saya kembali lincah.
menikmati alunan gundah layaknya gairah nafsu bergejolak,
seakan rasa ini indah.
Seakan darah tak menetes keluar melalui luka.
Seolah saya tak merasakan apa-apa.

Kecewa itu biasa,
menyerang siapa aja,
yang menaruh harapan dan mempercayainya.

Semua memiliki harga yang harus dibayar,
semua memiliki akibat.

Terkadang begitu mahal sampai kita tak mampu melunasi,
terkadang begitu mahal hingga menghabisi.

Menikmatinya tak semudah memberikan saran.
Menerimanya sesulit memberikan motivasi pada terhukum mati.

Mari memulai semua dari sini,
di tempat dimana saya belum mengenali bumi,
dimana berdiri adalah hal yang luar biasa,
mengingat hari-hari kemarin,
membuka mata adalah hal yang mustahil.

Saya tidak gagal dalam ujian,
saya hanya membayar harga.