Mengeluh adalah (bagian dari) adaptasi. Bahagia adalah (menikmati) depresi.
Jika hidup adalah pertempuran, maka mimpi adalah amunisi.

Berdoalah, doa menguatkan hati.

Tuesday, March 31, 2015

Live Louder Now : Bulletproof Generation!






PROLOG

Banyak hal yang terjadi dibalik vakum-nya kegiatan kreatif 
di tubuh Alive&Aloud setahun belakangan.
Dari kesibukan dan deadline saya 
sebagai in-house designer yang menggunung, 
hingga duit modal yang kemakan kebutuhan kehidupan urban. Haha.

Sebenarnya, Alive&Aloud sendiri sudah akan menelurkan beberapa artikel di pertengahan tahun kemarin.

Konsep sudah ada, design juga sudah, 
tapi entah kenapa saya urung merilisnya. 
Masih ada yang mengganjal di hati - dan malas - Haha.

Maklum, Alive&Aloud adalah satu-satunya media saya mencurahkan ambisi dan ide bodoh saya tanpa campur tangan orang lain -saat partner saya memutuskan berhenti di tahun 2011- praktis, saya cuma sendiri mengurus segala tetek bengek brand ini, yang belakangan cenderung menjadi pelampiasan ego dan ambisi semata. Haha.

Lalu apa yang saya dan Alive&Aloud lakukan selama akhir 2014?

Bertahan hidup.

Ya. Bertahan hidup.

Itulah mengapa saya kembali duduk di depan laptop -yang sudah lunas dicicil-, menutup pintu kamar dan menulis ini serta merumuskan kembali konsep dasar Alive&Aloud.

Bukan perkara mudah menelurkan artikel di tengah gempuran brand-brand lokal lain yang hadir dengan jutaan ide cemerlang dan terobosan mutakhir, 
serta - hal yang paling berat - tentu saja melawan kemalasan saya. 

Mengorbankan sedikit demi sedikit waktu 
untuk bolak-balik merumuskan design,
berargumen dengan rekan, 
dianggap mengada-ngada, 
serta bercengkrama dengan sejawat vendor.

Entah berapa gelas kopi instan yang kami habiskan, demi merumuskan konsep ini.

Ini bukan tentang hasil, baik atau buruk, ini tentang melakukan sesuatu yang saya sukai.

Dari sisi teknis,
saya memuaskan ambisi saya 
untuk menggunakan bahan t-shirt yang belum pernah saya pakai sebelumnya,
serta memaksakan diri menggunakan teknik sablon paling menyusahkan,
bahkan hingga akhirnya memutuskan untuk tidak menggunakan material lokal untuk koleksi tahun ini tanpa maksud mengesampingkan rasa nasionalis, hanya saja, namanya juga coba-coba. Haha.

Dari sisi konsep,

Saya terinspirasi dari banyak cerita; 

Cerita teman, sahabat, kenalan hingga obrolan pendek di sudut warung kopi pinggir jalan.

Konsep kali muncul dari semua cerita dari kalian semua yang bertahan dari gempuran tekanan kehidupan.

Entah berapa kali, kalian merasa.

Direndahkan.

Dipandang sebelah mata.

Diremehkan.

Dikucilkan.

Diasingkan.

Disingkirkan.

Namun kalian tetap bertahan.

Atas nama jantung kalian yang penuh luka namun tetap mampu berdetak.

Yang tetap berani berdiri meski diterjang kata berselubung peluru.

Alive&Aloud presents you,
The Bulletproof Generation.


Click Link below if to download the catalog