Pengertian adalah kemegahan,
tak semua mendapatkan hikmat untuk membuka lapang halaman,
tak mungkin aura negatif pergi dengan lancang,
dan membiarkan impuls positif menari dengan tenang.
Pernahkah kalian begitu mencintai seseorang,
sehingga sulit sekali bernafas saat dia tak di dekatmu,
seakan rongga hidungmu bersambung pada paru-parunya,
seakan darahmu mengalir ke jantungnya.
Ia bisa berjalan sendiri,
menari,
bernyanyi,
saat anda terbaring tak berdaya,
hancur tak terkira.
Karena ia menyimpanmu di dasar hatinya,
sedangkan luka di wajahmu menganga.
Lihatlah ia tersenyum,
dan jantungmu berhenti berdetak.
Lihatlah ia tertawa,
dan ketakutanmu memeluk jiwa.
Perasaan bukanlah pemaksaan kehendak,
tapi pengorbanan tanpa akhir, tanpa pamrih.
Perasaan tak pernah membiarkan diri sendiri tersenyum,
tapi menangis dengan darah demi memunculkan gelak tawa.
Ingat aku di setiap satu detik dalam satu jam yang kau habiskan,
ingat aku.
Ia ada disana,
duduk dan tampak biasa saja,
menyembunyikan rasa rindu tergeletak tak berdaya.
Ego.
Mengeluh adalah (bagian dari) adaptasi. Bahagia adalah (menikmati) depresi.
Jika hidup adalah pertempuran, maka mimpi adalah amunisi.
Berdoalah, doa menguatkan hati.
Friday, July 23, 2010
Thursday, July 15, 2010
Between Spaceship and Turbulence
Do you feel light shine in the darkest of nights, or does the pain stack up from the skin to the core
Do you find everytime that you cover your eyes to keep the tears held up, dripping down even more
Let the words come down, every line in sight and put the young flames up and make you cower and cower
If the sun breaks in instead of sparkin the sight, I promise you I’ll be here to let the light in
Do you find everytime that you cover your eyes to keep the tears held up, dripping down even more
Let the words come down, every line in sight and put the young flames up and make you cower and cower
If the sun breaks in instead of sparkin the sight, I promise you I’ll be here to let the light in
Seperti hari yang biasa,
dan dimalam yang biasa pula,
Saya duduk diam menonton televisi,
dan sesekali memposting lelucon dan guyonan,
soal apapun yang ada di di televisi saat itu,
melalui situs jejaring sosial bernama twitter.
Saya memang aktif sekali di situ,
twitter adalah bagian diri saya yang lain,
yang menghubungkan dunia maya dengan kepribadian saya yang lain.
enough said,
sebenarnya mah saya lakukan semua itu cuma karena bosan,
tak ada yang saya kerjakan,
bosan pol.
Mengingat saya bisa dibilang memang tak melakukan apa-apa selain itu,
berselancar di dunia maya,
merasa bosan hingga tak tahu lagi mau browsing apa.
Hingga saya sadar,
saya kehilangan hal-hal menyenangkan dan sekaligus menyebalkan,
bernama rutinitas.
Yep,
ini bukan soal tak miliki pekerjaan,
tapi saya memang tak punya lagi rutinitas,
dulu,
saya terbiasa bercengkrama di Nadot,
warnet milik teman saya,
mau ada yang nongkrong atau tidak,
saya pasti kesana setiap malam.
sekedar bengong, atau ngobrol ga jelas,
entah sama yang jaga warnet, atau sama beberapa customer warnet,
yang kebetulan saya kenal.
Di masa kuliah,
rutinitas saya selain,
tentu saja nongkrong di Nadot dan nge-band,
ya ngumpul sama segelintir teman kuliah,
entah cuma di rumah salah satu temen,
di kosan,
di mall,
entahlah,
yang penting ngumpul.
rutinitas itu yang saya tak miliki sekarang,
dan tebak apa,
bosan nya minta ampun.
Teman saya terbatas di dunia maya,
komunitas pecinta sepatu,
ditambah dengan padatnya jadwal pekerjaan dan kuliah
para personil band saya,
makin parahlah hilangnya rutinitas saya.
Terbesit keinginan untuk segera memiliki pekerjaan,
apapun itu dan melupakan mimpi-mimpi besar yang saya simpan,
namun apa daya,
saya masih disini, menulis semua ini,
dan merasakan hal yang saya tulis diatas.
Sampai jumpa di terwujudnya mimpi-mimpi saya.
NB :Saya menulis ini ditemani 3 album Angels and Airwaves.
Subscribe to:
Comments (Atom)