Sudahkah kalian mendownload "Beda" dari band terbaru saya,
Astonia?
Sudah mendengarkannnya?
Tentu saja,
Saya sudah ratusan kali mendengar hasil rekaman "Beda",
yang direkam dengan keadaan seadanya,
dan selama ratusan kali mendengarnya,
saya terkejut apabila anda menyukainya.
"Beda" adalah konsep,
jika diibaratkan makanan,
maka "Beda" adalah bahan makanan mentah.
Semua orang menyukai Hamburger,
tapi akan sedikit yang akan tertarik dengan roti dan daging mentah kan?
"Beda" adalah satu-satunya lagu yang saya tulis dalam beberapa bulan terakhir ini,
sebuah musik konsep,
saya tak pernah bilang kalau "Beda" adalah lagu yang enak,
tapi untuk urusan konsep,
saya bisa bilang,
ini adalah lagu yang sangat memusingkan saya.
Dimana kesempurnaan sebuah hubungan,
menjadi sangat tak sempurna,
karena satu dua hal perbedaan.
Entah itu pandangan,
gaya hidup,
persepektif,
kasta sosial,
hingga,
keyakinan.
"Beda" bercerita dan ditulis berdasarkan hal rumit yang sesederhana itu,
konsep yang menarik untuk sebuah tulisan.
Tapi,mengubah "Beda" menjadi sebuah lagu?
Semesta pasti bercanda.
Angels and airwaves.
Hanya band itu yang saya pikirkan,
saya berusaha keras menemukan not-not,
dan nada-nada tertentu agar tedengar seperti mereka.
Sampah?
Pemaksaan kehendak?
Hei,namanya juga usaha,dan "Beda" adalah korbannya.
Saya merumuskan nya sedemikian rupa,
meskipun pada kenyataannya,
lima kepala di Astonia kembali memberikan saran dan masukan beragam.
Apa lagi yang anda harus tahu?
Intro "Beda" adalah tiruan The Ting Tings di "Great DJ".
Sedangkan di akhir,
kami menggunakan sedikit formula emo di dalamnya.
Vierra? Mereka sama saja.
Ambience yang kalian dengarkan di "Beda" dibuat tanpa not dan chord yang jelas,
karena saya hanya menggunakan laptop -yang sebenarnya sangat canggih,tapi saya yang luar biasa menyedihkan- pinjaman.
Apa lagi?
Sekarang,
kini saatnya anda berbaring di kasur,
ingat sebuah hubungan di masa lalu yang tak berjalan mulus,
kenakan headphone atau headset,
coba pejamkan mata,
dengarkan "Beda"
"Beda"
Dinding,
itu tak terlihat.
Namun terasa,begitu nyata.
Seakan jurang,
telah tercipta,
di antara kita,
Berdua.
Bila harus menangis,
menangislah.
Karna yang harus terjadi.
(maka) Terjadilah.
Meski kita sempurna,
di dalam inginku,
Meski aku merasa hati kita tlah menyatu.
Kita berbeda.
No comments:
Post a Comment