Kita pernah berbicara soal keberadaan diri,
tentang bagaimana kita berhasarat mengulang semua dari awal,
setiap saat kita gagal.
Perasaan bersalah dan menyesal adalah pembunuh yang berpengalaman,
mereka menjatuhkan mental,
menghancurkan logika dan keberadaan diri,
membuat kita masih bisa bernafas,
tanpa mengerti untuk apa kita bernafas.
Kita membicarakan ketidakmampuan,
ketidakberdayaan,
yang membuat kita memohon belas kasih,
dan menempatkan diri,
sebagai bagian dari roda yang sedang berada di bawah,
bagian gelap dari bulan.
Namun,
kita pasti pernah,
tersenyum hingga tidur,
bermimpi mengenai surga,
dan kedamaian mersapi hingga ke relung otak,
menghangatkan hati,
merasakan kenyaman tingkat tinggi..
Dunia berputar kawan,
cepat atau lambat,
teruslah berharap dan bermimpi,
Tuhan tak pernah tertidur,
Ia mendengar dan memahami,
apa yang terbaik,
dan kapan saatnya,
untuk menjawab setiap doa dan ucapan syukur...
No comments:
Post a Comment