Mengeluh adalah (bagian dari) adaptasi. Bahagia adalah (menikmati) depresi.
Jika hidup adalah pertempuran, maka mimpi adalah amunisi.

Berdoalah, doa menguatkan hati.

Sunday, September 27, 2009

Not Now

Saya pecinta Blink 182,
well,sebenarnya bukan hanya Blink 182,
tapi ketiga personilnya,
dan band-band yang mereka buat.
Kecuali Travis Barker,
yang notabene selain Blink, ia lebih banyak main hip-hop,
saya nge fans berat pada figur Mark Hoppus dan Thomas Delonge,
they're like,
pffuufh,
what could i say?
Made for each other.
Boxcar Racer is like "emo" Blink,
and +44 is like "new age" blink,
and AVA, for me,
is like EPIC blink,
so??
I LOVE them al,
but there's one song,
that captured all the moment,
last single from blink 182,
"Not Now"


NOT NOW
Come here, please hold my hand, Lord, now
Help me, I'm scared please show me how
To fight this, God has a master plan
And I guess, I am in his demand

Please save me, this time I cannot run
And I'll see, you when this is done
And now I, have come to realize
That you are, the one who's left behind

Please stay untill I'm gone
I'm here hold on to me
I'm right here waiting

I see, the light it feels good
And I'll come, back soon just like you would
It's use less, my name has made the list
And I wish, I gave you one last kiss

Please stay untill I'm gone
I'm here hold on to me
I'm right here waiting
And take my one last breath
And don't forget
That I will be right here waiting

Please stay untill I'm gone
I'm here hold on to me
I'm right here waiting
And take my one last breath
And don't forget
That I will be right here waiting

Please stay untill I'm gone
I'm here hold on to me
I'm right here waiting
And take my one last breath
And don't forget
That I will be right here waiting

Tom Delonge: "This song is about when you die, and you've just realized you died. You're looking at your lady, trying to say goodbye, and you can see her and you know she's there, but she can't see you and it's too late."

Monday, September 14, 2009

Doa,Kombinasi Tiga Huruf Paling Menakjubkan..


Hi there,
pffuuhh,lama sekali rasanya,
dari terakhir kali saya menulis disini,
keadaan sudah ada yang berubah,
yap,
saya dinyatakan lulus sebagai S.Ikom,
seorang sarjana,
meskipun,
saya merasa itu hanya istilah,
keberhasilan yang semu,
penambahan gelar bukanlah pelajaran yang saya dapat di saat sidang sabtu kemarin,
tapi lebih ke pendewasaan diri.

Saat sidang,
saya dihadapkan pada sebuah kenyataan,
bahwa saya tak mampu menggenggam hidup dalam tangan saya,
mematahkan semua fenomena buku "The Secret",
magnet hati saya hancur lebur,
kepercayaan diri saya dibombardir pada sebuah keadaan yang mengharuskan saya bertahan,
dan saya cuma sanggup bertahan,
membentengi diri dengan kata-kata,
yang pasti bukan dengan semangat,
tapi hanya dengan doa.

Yah,doa.

seringkali orang menganggap doa hanyalah kata-kata,
tapi ternyata,
doa bukan sekedar kata,
percayalah,
lebih baik berdoa daripada berfikir positif..

Berdoa membuat diri kita merasa rendah dan tak berarti,
membuat kita menjadi manusia,
yang terlahir dari proses luar biasa,dan menjadikan kita makhluk sempurna,
tapi bukan berarti kita hebat,
kita hanya sempurna,
bukan segalanya.

Berdoa membuat kita merasa lemah,
dan itulah bagian terpenting dari hidup sebagai manusia yang memiliki Tuhan,
kiat harus lemah dan tak berdaya,
kita harus hancur dan tak bermakna,
karena kita hanyalah debu dan sampah.

Iya,
doa membuat kita sadar,
bahwa kita itu bukan apa-apa.

Kembali ke ruang sidang,
diman hari itu saya tampil sempurna,
dibalut setelan jas hitam yang menakjubkan,
dipersenjatai dengan apa yang manusia sebut "Ilmu pengetahuan",
saya melangkah tegak,
dengan jutaan kebohongan dan kecongkakan yang saya bawa,
dengan lembaran kemunafikan,
saya angkuh,
merasa paling hebat,


detik demi detik,

yang saya lihat adalah sebuah medan perang buatan,
dimana di simulasi tersebut,
saya ditembaki peluru tanpa henti,
telinga saya berdengung,
desing peluru menderu,
saya dihujam membabi buta,
dan persenjataan saya seperti tak berguna.

Hampir saja semua gagal,
dalam hitungan detik,
perlawanan saya membuahkan perdebatan kosong,
dimana kedudukan saya kalah telak,
hanya keajaiban yang bisa menyelamatkan saya,
ada yang bilang keajaiban?

Doa itu hal paling ajaib,
magis,
komunikasi yang tidak ilmiah,
tidak bermetodelogis,
tidak berupa omong kosong,
tidak realistis,
tapi doa itu ada,
dan saya berdoa.

Memohon,
dalam derai kata-kata yang tertumpah,
dalam pertahanan yang semakin rapuh dimakan waktu,
saya berdoa,
berteriak meminta pertolongan....

Dan doa,
menjadi sebuah bahan peledak,
pertahanan terakhir,
amunisi yang tersisa,
saya duduk,
memohon,
dalam doa....

Semua ini ajaib,
dan doa menyempurnakannya,
saya tak percaya kebetulan,
saya hampir tak percaya takdir,
tapi saya percaya,
doa mampu mengalahkan nasib buruk,
meluputkan kita dari kekalahan,
magis,
tapi itulah kekuatannya,
tak tertandingi,
sebuah komunikasi yang tidak lgis,
tapi,
merupakan hal paling mulia,
karena,
itulah waktu kita,
berbicara,
mengeluh,
memohon,
kepada Sang Pencipta...



Tuesday, September 1, 2009

Love is the only reason we stay here....


Seringkali,
kita mengejar sesuatu yang muluk,
berambisi,
meski kita sendiri tak mengerti apa yang kita cari,
mengejar angin,
dengan satu harapan,
memperbaiki hidup, merasa bangga terhadap pencapaian diri.

Apa yang kita kejar?
Pujian?
Kepuasan diri?

Bukankah kebahagiaan sejati hanya dapat dirasakan hati?
Lalu mengapa kita malah menimbun materi?

Gelimang harapan,
penghidupan yang layak,
semua orang mengejarnya,
dan banyak orang mendapatkannya..

Tapi, benarkah mereka bahagia?


Kita bisa memliki penghasilan berjuta-juta,
tapi saya tak pernah akan menukarnya demi sebuah kebahagiaan.


Kita bersama disini,
menutup telinga,
menutup mata,
sama-sama berharap kitalah yang terbaik.

Saya bahagia bersamamu,
duduk dan berbaring di bawah langit,
memandang hari hingga tiba malam,
menutup dengan sempurna,
dan memulai sehari lagi,
hari bahagia...

Bersamamu, hanya bersamamu.