
Lovekills adalah sebuah ambisi yang telah melewati batas normal,
berawal dari mimpi sederhana dalam pemberian nama pada setiap pemikiran kreatif dari Michael Kienzy, yang terus berusaha melupakan harapan masa lalu yang tak pernah menemui kenyataan,
maka,
pada awal tahun 2006 yang penuh dengan pengkhianatan dan omong kosong anak-anak kemarin sore,
Michael, yang pernah berkreasi melalui "blunksuck" dengan Hadi Arif (Art Designer,Alternative Guitarist) berusaha menelurkan sesuatu dari Lovekills,
bukan,
bukan sebuah pameran kesenian ataupun puluhan lukisan bisu yang dipajang memenuhi ruangan,
tapi lebih kepada kelahiran bagi sebuah alter-ego Michael sendiri,
sebuah ambisi dan keegoisan yang dilebur menjadi satu dengan kata-kata penuh kebimbangan.
Lovekills akhirnya memiliki identitas pada sebuah produk t-shirt yang didesain Michael bersama teman seperjuangan semasa SMA, yang juga teman satu band, Rio Bersalino (Glory of Any Nation/Candlelights).
"Decaywords" adalah nama yang dipilih dari t-shirt tersebut yang bersablonkan tulisan Lovekills yang penuh dengan keegoisan, anti-kemapanan, dan nafas punk rock didalamnya.
Sampah egoisme itupun berlanjut,
kerjasama profesional yang didasari idealisme mengalir pada sebuah keputusan membuat merchandise untuk band yang dinaungi Michael dan Rio,
Glory of Any Nation,
melalui sebuah kecintaan yang besar terhadap materi lagu yang mereka buat,
Michael mempersembahkan desain berjudul sama dengan lagu Glory of Any Nation, "As Alone As I Feel Tonight" sebagai merchandise resmi pertama dari band tersebut,
menjadikan Lovekills sebagai penyedia resmi merchandise Glory of Any Nation.
Kerjasama itupun mendulang sukses, dan dilanjutkan dengan produk kedua, alter-ego dari drummer Glory of Any Nation , Adith Chaoz, yang menjelma menjadi "Badjingan Sendiri", melahirkan logo baru Glory of Any Nation dibalut kombinasi warna merah dan kuning yang kontrovesial, diperhalus dengan sentuhan putih diatas t-shirt berwarna coklat.
Penuh keberanian dan ketidakperdulian atas semua batasan.
Lovekills tak berhenti sampai disitu, memutuskan bekerja sama dengan "Detak Jantung", sebuah event organizer, dan sebuah fashion consultant bernama "T.R.U.S.T".
Kini, menunggu adalah masa paling menyakitkan,
menunggu hingga semua ini menjadi besar, sebesar harapan,
sebesar mimpi.
Lovekills telah bernafas dan lahir, menangis dengan hentakan bertempo tinggi,tertawa tanpa dibatasi,demi sebuah egoisme dan aggresifitas mimpi.
No comments:
Post a Comment