"I never had the end of a painful poem that i wrote you.."
Glory Of Any Nation - As Alone As I Feel Tonight
Setengah sadar.
Udah lama banget gw ga pernah setengah sadar.
Hampir 4 tahun,gw mutusin hubungan sama hal-hal yang bisa ngebuat gw setengah sadar.
Padahal,
itu adalah hal yang menyenangkan.
Berada di dua alam sekaligus,
maya dan nyata.
Candu.
Dunia nyata yang selalu kita benci,
dan dunia maya yang juga kita benci tapi kita cintai.
Mengkhayal.
Gw cinta mati sama mengkhayal.
Khayalan ngebuat gw selalu ngerasa lebih hidup.
Mantep banget kalo gw punya waktu buat ngekhayal.
Tapi itu dulu,
sekarang gw benci banget mengkhayal.
Realitas mematikan indra mimpi gw.
Gw terlahir jadi manusia sinis. Skeptis.
Itu dimulai saat gw mutusin buat berhenti mencintai khayalan.
Dulu,
meskipun gw kayak ga punya waktu lagi buat ngekhayal,
gw bakalan maksain diri gw,
caranya,
ya itu tadi,
mediasi dalam botol minuman mengandung alkohol.
Nama-nama keren menghiasi kerongkongan gw,
sebut dia chivas,
vodka,
whiskey,
apalah,
persetan,
ga perduli gw,
yang penting dy bisa
mengisi ginjal gw,
membuncitkan perut gw.
Yang penting gw bisa mengkhayal.
Gw lebih kreatif di masa-masa itu.
Imajinasi gw gila-gilan.
Kata-kata gw ga terbatas.
Gw bisa berjam-jam duduk,
nulis,gambar,ataupun main gitar.
Menangkap kata-kata magis,
menyanyikan nada-nada ajaib.
Setengah sadar pastinya.
Indah.
Pusing sih belakangan,
yang penting gw puas mengkhayal,
melupakan beban kenyataan yang kadang-kadang bikin gw sesek nafas.
Tapi gw berhenti,
hampir 4 tahun lalu,
gw janji,
untuk menutup pintu menuju dunia setengah sadar itu,
mengunci satu-satunya akses menuju kepura-puraan yang menyenangkan.
Dammit,
kangen banget gw sama masa-masa itu.
Dimana dengan beberapa teguk aja,
beban hidup gw bisa kayak gw titipin sejenak sama badan gw,
sedangkan gw bisa terbang sama jiwa gw yang pengen teriak-teriak.
Sekarang,
gw cuma bisa ngeliat realitas,
dimana waktu yang gw punya tinggal sedikit,
sedangkan ada banyak banget hal yang mesti gw jalanin,
mesti gw kerjain,
mesti gw selesain.
Kampret!
Realitas.
Dimana orang cuma bisa ngeliat hasil,
bukan usaha.
Realitas,
ini tempat tinggal gw yang sebenernya.
Bukan di dunia,
yang diciptakan oleh cairan berwarna menarik,
berhawa hangat,
yang menghasilkan dimensi dalam mediasi bawah sadar.
Berhenti bermimpi,
inilah hidup,
dimana doa bergerak di dalam tetes keringat,
dan emosi mengucur melalui aliran darah.
Jakarta,1 juni 2009
No comments:
Post a Comment