Jika banyak orang menganggap ini hanyalah lelucon satir dan sarkasme,
dan lebih banyak orang yang menganggap ini sebuah hinaan,
maka saya akan tersenyum miris.
Atas nama mereka,
yang mengatur copy dan narasi yang mencoba semenarik mungkin,
yang mencoba meledakan sensasi atas nama penjualan,
yang mendorong saya menulis semua ini.
Ariel,
seorang popstar,
dengan band yang menjual lebih dari jutaan keping album,
jutaan RBT download,
dan jumlah album kompilasi bajakan yang tak terhitung,
dari layar televisi pun,
saya tahu,
dia pria penuh kharisma.
Terlepas dari selera orang yah,
yang menilai dia secara fisik,
saya pikir Ariel adalah sosok yang tepat menggambarkan
contoh vokalis band tenar di Indonesia,
jangan tanya soal fans,
ataupun yang tidak mengakui fans tapi mengagguminya,
jumlah nya pasti mencapai jutaan orang.
Jangankan Ariel,
bahkan vokalis-vokalis band kacangan pun punya ratusan groupies yang siap ditiduri hanya untuk kesenangan semalam.
Lalu apa yang istimewa dari Ariel?
Berlebihan.
Kalau dilihat dari realitas,
sebenarnya banyak pria yang melakukan lebih buruk ketimbang apa yang dilakukan Ariel,
tapi begitulah orang Indonesia,
selalu melihat debu di mata orang lain,
tapi akan pura-pura buta soal batu bata segede gaban di matanya.
Teman saya pernah berkata
"Ariel emang pantas digituin,
dia itu ga pantes soalnya jadi panutan,
sekarang kan anak kecil ngidolain dia,
siapa tau ntar mereka ikut-ikutan,
bajingan mesti dihukum.."
For Your Info,
teman saya yang ngomong hal itu - dengan tidak mengurangi rasa hormat - adalah seorang bajingan tengik kelas teri terbang.
Serius, dia itu termasuk pemburu wanita dan pecinta kehidupan malam.
Bisa ga kalau saya bilang dia cuma iri melihat "keberhasilan" Ariel meniduri -katanya- banyak artis cantik?
Munafik.
Semua bilang tanggung jawab moral Ariel sudah rusak,
merusak mental remaja pemuja dirinya.
Mereka sadar ga yah,
kalau urusan moral dan akhlak itu urusan pribadi masing-masing,
semua tergantung pribadi,
kalau memang bejat mah bejat aja.
Bahkan secara tiba-tiba,
ada beberapa pemerkosa yang mengaku memperkosa,
akibat menonton video Ariel.
Lucu.
Saya menonton video Ariel berkali-kali,
dan saya tidak memperkosa tuh.
Tergantung orangnya kan?
Buat saya,
Ariel,
bersalah atau tidak,
dia hanya seorang laki-laki biasa,
penyimpangan seks yang -katanya- dideritanya pun bisa dibilang biasa aja,
bukan hal baru,
hellow,
menurut info random di google - gw lupa tepatnya-
ada angka rata-rata yang mencengangkan bahwa,
setiap hari,
ada saja video porno amatir yang dibuat dan beredar di dunia maya dari negeri kita ini,
jauh sebelum kasus Ariel meledak.
Salah Ariel?
Lucu.
Video Ariel sendiri, tidak menampilkan sadomasokis, ataupun perilaku seks yang tidak bisa diterima akal sehat,
just like a private video,
apa yang salah?
Kalau yang bisa disalahkan,
munngkin perihal perilaku Ariel yang tidak setia,
terhadap pacarnya Luna Maya,
dia selingkuh.
tapi siapa kita?
Apa urusan kita?
Hidup Ariel punya kita?
Lucu,
apalagi kalau yang ngomong dan mengutuk Ariel bajingan karena selingkuh,
ternyata adalah orang yang pernah selingkuh pula.
Ngaca woy.
Selingkuh itu memang haram seharam-haramnya,
tapi buat apa kita ngutuk?
Lagipula,
kalau mau dibilang zinah diluar nikah,
ada jutaan kayaknya laki-laki yang melakukan hal yang sama.
Bahkan pepatah dari zaman jebot juga udah bilang,
laki-laki mah selalu tersandung di tiga hal,
Harta, Tahta dan Wanita.
Wajar aja kan?
Standar lah kasus Ariel mah.
Video mesum? banyak juga ah. bertebaran dimana-mana deh itu video mesum amatir yang dibikin olah segelintir orang, bukan cuma Ariel.
Selingkuh?
Setau gw, anak SMP juga pacaran banyak yang udah pake selingkuh.
Korban sinetron.
Terus apa dong?
Salah karena dia itu publik figur?
Publik figur?
Publik yang mana?
Yang cuma mendengarkan lagu Peterpan via TV/Radio?
lalu membajak mp3nya?
lalu berteriak memaki orangnya?
Malahan,
beberapa orang,
yang membeli merch asli peterpan,
yang membeli album original peterpan,
yang secara "tidak" langsung memberi makan Ariel dkk,
malah dengan setia mendukung Ariel.
Lucu kan?
Yang aneh,
setelah digenjot pemberitaan di mana-mana,
pagi, siang, malam,
yang disalahkan itu tetap Ariel,
padahal gara-gara pemberitaan gila-gilaan dimana-mana itulah,
yang "memasyarakatkan" video Ariel.
Yang lucu lagi,
Ariel kayaknya lebih salah,
daripada sang pelaku penyebaran,
yang identitasnya ditutupi sedemikian rupa,
padahal kalau mau ditilik lebih lanjut,
semisal begini,
Kita punya koleksi pribadi,
ada maling yang nyuri,
nah yang ditangkep justru kita,
karir kita hancur lebur,
dibilang tersangka lah,
otak mesum lah,
eh si maling ditangkep tapi ditutupi identitasnya.
Padahal,
kalo mau simple,
Ariel mah cuma buat video untuk dikoleksi,
mau dia kelainan seks kek,
mau dia hyperseks kek,
hak dia buat menutupi hal itu,
siapa sih yang mau dibuka aib-nya?
Yang jahat adalah orang yang membuka aib-nya,
menyebarkannya,
bahkan menjadikan-nya sebagai bahan jualan. ;)
Yang lebih aneh lagi,
Ariel dituntut minta maaf ke publik,
karena perbuatannya membuat video itu,
dan
diminta mengakui perbuatannya.
Sekarang sih gini aja,
udah aib-nya diumbar-umbar,
dicaci maki,
dipenjara,
sekarang suruh minta maaf pula.
Ga kebayang rasanya
Disuruh minta maaf ke khalayak?
Kalo pendapat gw,
cukup minta maaf ke sang Pencipta,
dan ke si pacar,
cukup.
Itupun kita ga berhak tau,
sudahkah Ariel melakukan semua itu.
Itu mah urusan dia.
Andaikan bisa dipikir sesimple itu,
niscaya kita ga bakalan terlihat lebay.
Lagian,
doyan amat sih ngurusin hidup orang,
berasa paling suci dan benar aja.
doyan amat sih ngurusin hidup orang,
berasa paling suci dan benar aja.
Urus hidup sama akhlak diri kalian sendiri lah,
ga perlu urusin hidup sama akhlak orang lain.
Dengerin lagu-lagu Peterpan aja hasil dari mp3 bajakan,
pake sok-sok nge-judge dan berani ngatur hidup Ariel.
Get a life man. Berhenti menilai orang dari kelemahan dan kekurangannya dia,
lihat dari sisi lain.
lihat dari sisi lain.
Lucu.
NB:
Gw bukan fans Ariel,
maupun Peterpan.
Cuma suka beberapa lagu,
itupun ga pernah beli CD/kaset asli mereka,
hasil copy/paste dari hard disk temen,
pernah sekali nonton mereka live,
itupun gratisan.
Intinya,
ga pernah ngasih makan mereka secara langsung (maupun ga langsung),
buat apa gw nge-judge?
Gw bukan fans Ariel,
maupun Peterpan.
Cuma suka beberapa lagu,
itupun ga pernah beli CD/kaset asli mereka,
hasil copy/paste dari hard disk temen,
pernah sekali nonton mereka live,
itupun gratisan.
Intinya,
ga pernah ngasih makan mereka secara langsung (maupun ga langsung),
buat apa gw nge-judge?
Ini ditulis jutaan tahun lalu,
baru berani di-publish sekarang NGAHAHAHAHAHAHA
No comments:
Post a Comment