Sebagai manusia yang seringkali disebut tweets junkie,
saya sendiri sering membaca tweet yang disemburkan beberapa teman saya,
yang akhirnya akan memenuhi timeline di home twitter saya di tengah malam,
biasanya,
mereka hanya akan mengeluh sulit tidur,
dan hal tak penting lainnya,
seperti potongan-potongan keluhan agar terlihat misterius,
atau malah sejelas-jelasnya sekalian,
pacar yang menyebalkan,
atau masalah keluarga.
Tak ada hak saya untuk membenci tweet semacam itu,
toh,
saya pun "membuang sampah" lebih banyak dari mereka,
bedanya,
tweets saya cenderung tak serius,
lusinan omong kosong,
sesekali hanay menimpali dan meledek,
tak ada maksud apa-apa,
seperti mengobrol ngalor ngidul bersama teman-teman sambil layaknya menunggu waktu berbuka puasa,
dan hanya seperti junker bodoh yang tak punya kerjaan,
itu kenyataan,
saya memang pengangguran.
Twitter memang seperti timeline yang sebenarnya,
buat manusia tak punya kesibukan seperti saya,
nge-tweet per menit adalah keharusan,
saya akan menyesal apabila tak mampu melakukannya,
namun,
sekali lagi,
saya hanya membuang sampah membabi buta.
Entah apa yang mau saya tulis disini,
'__________'
emoticon seperti diatas a la ABABIL Jakarta,
sepertinya menjelaskan semuanya.
saya mau tidur.
No comments:
Post a Comment