Kemagisan hidup makin terasa beberapa waktu terakhir,
sudah lama sekali saya sok sibuk mereview album,
mengkritik musik,
mencoba-coba berperan bagai reporter,
seperti jurnalis kawakan,
dikritik,dipuji,
diolok-olok,
saya terlihat berlalu dengan langkah mantap,
padahal saya gontai lemas terkulai di tanah,
saya mulai menghirup udara kalah,
saya mulai menyerah.
Lucu sepertinya,
mengingat peran sebenarnya saya adalah pengangguran,
anak laki-laki umur 22 tahun,
yang masih berkutat mencari tujuan hidup,
karena keinginan dan mimpi saya dibunuh realitas.
"Those jobs haunting me,but i running away with my stupid dreams"
Saya menulis dengan harapan bisa berlari dari kenyataan.
saya mulai lelah,
beradu argumen dengan ibu,
bangun siang dengan sakit kepala,
tak berhenti makan akbiat frustasi,
dan adiksi berlebihan terhadap sirup anggur.
tak ada yang bisa saya ajak bicara,
toh,
tak akan ada yang percaya,
dibalik keriangan,
dibalik cara bercanda saya yang murahan,
tersimpan anak laki-laki penakut yang tak tahu ingin jadi apa di masa depan.
No comments:
Post a Comment