eum..
Bagaimana cara mendeskripsikannya,
bahkan saya bingung apa namanya.
Bayangkan anda terjebak di sebuah lift,
dan lift itu macet selama berjam-jam,
padahal anda hanya ingin naik dua lantai,
ada eskalator atau sebuah tangga biasa,
tapi anda memilih lift,
dan lift itu macet.
Anda terkunci di dalamnya.
Menyesal?
Lebih dari itu.
Anda merasa kelaparan,
salah langkah, salah memilih.
Membayangkan,
seharusnya anda naik tangga saja,
meskipun mengeluarkan banyak tenaga,
setidaknya,
anda tak terjebak di ruang sempit seperti lift ini.
Inilah yang saya sedang alami,
penyesalan tiada tara.
Saya "dianggap" membuang waktu,
selama 3 bulan penuh,
terjebak dalam ketidakberdayaan,
ruang sempit bernama kamar,
pengangguran.
Zona nyaman?
Makan,tidur,bangun siang,
internetan,
nonton tv,
menyenangkan?
Anda harus melihat tekanan nya.
Mendengar satu kata tekanan,
dari ayah atau ibu saya,
rasanya remuk layaknya kecoak yang diinjak kaki bersepatu boot.
Mejret.
Lalu pacar?
Saya hanya berharap dia bertahan,
menunggu saya keluar dari jebakan lift macet ini,
dan menunggu lagi di lantai atas,
saat saya tertatih menaiki tangga,
menuju mimpi,
dan janji yang semoga saya tepati.
Jakarta,29 Januari 2010.
No comments:
Post a Comment