Mengeluh adalah (bagian dari) adaptasi. Bahagia adalah (menikmati) depresi.
Jika hidup adalah pertempuran, maka mimpi adalah amunisi.

Berdoalah, doa menguatkan hati.

Tuesday, January 5, 2010

The Color Fred - Bend To Break



THE COLOR FRED - BEND TO BREAK

1. Get Out
2. If I Surrender
3. Hate To See You Go
4. It Isn't Me
5. Complaintor
6. The Tragedy
7. I Didn't See
8. Empty House
9. Minnesota
10. I'll Never Know
11. Don't Pretend


Baiklah,
anda tahu Fred Mascherino?
Dia itu seorang gitaris/vokalis handal yang dulunya menggawangi band emo kelas tinggi,Taking Back sunday,
salah satu masterpiecenya adalah lagu "A Decade Under The Influence",
dimana lirik "I gotta a bad feeling about this.." yang diteriakan Fred mengiringi nyanyian Adam Lazzara di lagu itu,
akan meracuni otak anda,setiap kali anda dihadapkan pada sebuah perasaan yang tidak enak dan gelisah.

Saya tidak akan membahas lebih panjang soal Fred dan Taking Back Sunday,
tapi tiap mendengarkan album ini,
pasti anda akan membayangkan Fred masih bergabung di grup lamanya itu.

Single pertama dari "Bend To Break" berjudul "If I Surrender",
sebuah pop enerjik,atau boleh saya sebut,
inlah bentuk sebenarnya dari power-pop?
memasukan unsur optimis dan pesimis sekaligus,
nada-nada manis, tapi lirik depresif sepanjang verse.
Lagu yang bagus untuk mengawali hari anda di rutinitas kota yang biasa mendendangkan lagu mendayu-dayu.
Ciri khas dari vokal dan permain Fred di Taking Back Sunday tidak hilang sedikitpun.

Di album,
"If I Surrender" ada setelah "Get Out" yang mengawali track di album, tapi dijadikan single kedua,"Get Out" sebuah lagu dengan tema sangat chessy, dan nada nya luar biasa pop! Tapi reffnya -yang artinya tidak begitu penting- sangat catchy, kalau tidak salah, lagu ini muncul di OST Cinderella's Story. Lalu "Hate To See You Go", yang merupakan single ketiga, lagu yang bagus, dan lagi-lagi, reff yang catchy, tapi liriknya jauh lebih emo disini.

Setelah tiga lagu middle tempo, saatnya berakustik ria,
dan sepertinya, Fred menunjukan kelasnya di "It Isn't Me",
liriknya memukau, dan temanya bagus sekali,
sebuah lagu cinta yang bertepuk sebelah tangan,
tapi disampaikan dengan sangat baik, dan tidak cengeng,
tapi saya tidak bertanggung jawab kalau ada meneteskan air mata saat lagu ini selesai.

Track berikut, adalah "Complaintor",
track favorit saya di album ini,
soalnya, ini lagu yang masih sangat berbau Taking Back Sunday,
dan yang terbaik - selain versenya- adalah bagian bridge, dimana Fred meneriakan "This will end,if you choose, to do nothing...",
memukau! it's so fucking emo!

Tidak ada yang menarik dari "The Tragedy","I Didn't See", ataupun "Empty House", lagu-lagu yang lumayan, tapi bukan lagu pilihan untuk didengarkan, hal ini berlanjut sampai "Minnesota", dan akhirnya,
satu lagi lagu yang membuat saya kembali duduk mendekati speaker PC saya,
"I'll Never Know" dan "Don't Pretend"  adalah dua lagu ballad,
dan sangat cantik!
Jangan bayangkan Bon Jovi kalau saya bilang ballad,
"I'll Never Know" sangat manis dan cantik, liriknya mengisyaratkan hal yang dilematis, dengan tema mencintai seorang sahabat,
lalu album ini ditutup oleh sebuah lagu akustik terbaik,
"Don't Pretend" sama saja meng-akustikan kemarahan,
liriknya seperti memaki dalam balutan depresif yang kental,
seakan mengumpat di balik bantal,
di dalam kamar tidur yang terkunci rapat, dan lampu dimatikan.
"Don't pretend to care,don't apologize, don't tell me i'm right, i know what's not mine..." Seandainya ini ditulis dan dibawakan oleh Arian13 dari Seringai, saya tak tahu akan jadi bagaimana tensi lagu ini.

Saya merekomendasikan penuh labum ini,
untuk mereka para pencinta Taking Back Sunday,
yang merindukan suara Fred Mascherino,
menyanyikan lagu patah hati yang luar biasa.

No comments: