Hidup.
Berapa kali kalian ingin mengakhirinya?
Hidup adalah buku tebal,
dimana setiap halamannya terdapat cerita.
Siklus yang berputar.
Kita pernah menangis di bawah,
dan tak bersyukur saat sedang diatas.
Pernahkah kalian mengucap nama Tuhan,
saat kalian mendapati kalian masih terbangun pagi hari?
Atau kalian hanya mengeluh,
terbayang tentang jalanan yang penuh,
dan rutinitas yang membunuh?
Kasihan.
Kasihanilah diri kalian.
Ini hidup kawan,
sebuah anugerah dan kutukan,
tergantung darimana kalian melihatnya.
Bahkan nafas kalian terdiri dari sistem,
sistem yang luar biasa,
hidung,kerongkongan,paru-paru,
bekerja sedemikian rupa,
hanya untuk sebuah nafas,
mengganti sebuah zat bernama oksigen,
dan menghadirkan karbon dioksida.
Mewah. Bahkan nafas kalian mewah.
Teknologi tinggi.
Tuhan,
pantas saja Kau disebut Tuhan.
Kau luar biasa.
Hidup,
berjalan dengan siklus.
Tak ada hidup yang statis,
tak ada hidup bahagia.
Manusia memang harusnya dibunuh saja.
Ada orang tua,
kita meminta kebebasan,
kita meminta kemerdekaan.
Ada lauk seadanya,
kita meminta gajah sebagai makan siang,
dan seekor paus untuk makan malam.
Ada tempat berteduh,
kita memohon istana,
kita merengek kubah dipenuhi berlian.
Ada transportasi,
kita ingin sayap agar terbang,
kita ingin berpindah dalam sekejap mata.
Hidup adalah mimpi buruk?
Mimpi yang biasa saja dan berharap yang terburuk?
Bersyukurlah kalian masih hidup.
Kenapa hidup begitu sulit?
Bahkan kita harus bekerja untuk makan.
Pernahkah kalian bekerja,
tapi mulut kalian tak bisa makan?
Kenapa hidup saya begitu menyedihkan?
Orang tua saya memperlakukan saya seperti binatang.
Coba kalian lahir di selokan,
dan orang tua kalian terbunuh sebelum kalian mengenalnya.
Lihatlah dari bagian terburuk,
dan bersyukurlah kalian masih hidup.
Bersyukurlah demi mata yang indah,
yang melihat melalui cahaya yang dipantulkan,
lagi-lagi teknologi dan sistem yang luar biasa.
Kalian bisa melihat ketidak adilan,
agar kalian bisa berlaku adil.
Hidup adalah mimpi buruk?
Cobalah mati,
mungkin kalian bisa berpikir dua kali.
No comments:
Post a Comment