Mengeluh adalah (bagian dari) adaptasi. Bahagia adalah (menikmati) depresi.
Jika hidup adalah pertempuran, maka mimpi adalah amunisi.

Berdoalah, doa menguatkan hati.

Thursday, April 21, 2016

Lamun Pagi ini

Ada begitu banyak hal yang tidak seharusnya kita urusi,
tidak sepatutnya kita campuri,
tidak sedikitpun kita harus beropini,
namun sepertinya kita memang makhluk maha sosial,
apalagi untuk urusan orang lain.

Selalu ada celah untuk kita mencari tahu,
baik untuk sekedar tahu,
untuk terlihat tahu,
ataupun mungkin untuk memberi tahu,
mana yang benar-benar benar.
Mana yang benar-benar salah.

Memangnya kita siapa ya bisa tahu yang mana yang benar-benar benar?
atau mana yang benar-benar salah?

Dari sekedar beropini,
masuk ke ranah argumen,
dari sekedar mengamini,
sampai mulai menghakimi.

Tadi pagi sembari memacu motor di belantara pencakar langit,
saya melamun, yang sebisa mungkin lamun kedap tentara seperti kata simelbi.

Pantas saja banyak manusia mati-matian terlihat sempurna,
baik di dunia nyata atau maya,
karena mereka pun menakar sesamanya sesempurna itu.

Seperti hidup dengan dewa, yang menilai para dewa.
Kita yang maha tahu, dan mereka pasti tidak tahu!