Berhati-hatilah dengan apa yang kau impikan, tak semua harganya sanggup kau bayar.
Jika engkau dijanjikan surga,
masihkah engkau menolaknya?
Meski bayarannya darah.
Bisakah engkau terlena?
Kita manusia,
kita hanyalah manusia.
Beban itu biasa,
menyerang kita sejak nafas pertama.
Masa depan ku telah terlihat,
Ia telah membuka semua rahasia,
tingkap langit yang menjadi milikNya,
telah diberikannya padaku.
Tapi aku cuma manusia,
aku tak punya daya.
Dagingku masih berupaya,
meminta dipuaskan.
Jiwaku masih terperdaya,
meminta dibakar menyala.
Adrenalin memompa meminta dipuja.
Namun keindahan dan segala kesukaan abadi berada disana,
menunggu aku dengan segala kemegahannya.
Bukan dongeng tentang segala dunia yang fana,
bukan harapan semu hasil berkeringat darah.
Ia menjanjikan aku semua yang bahkan tak sanggup orang lain bayangkan.
berdiri aku disini,
menatap langit,
sendiri.
Aku hanya ingin dia ada disini,
menemani dan berlari bersama aku sampai aku mati,
menikmati janji yang Engkau beri.
No comments:
Post a Comment