Gemetar dan gentar,
Entah bagaimana,
rasa takut itu terkadang menjadi adiksi.
Setiap kali kita melangkah,
rasa takutlah yang membuat kita menghindari lengah.
Terkapar oleh masalah,
rasa takut yang membuat kita tetap berdarah.
Manusia itu penakut,
lihat siapa yang menunjuk tangan saat ditanya siapa yang mau ke surga?
dan lihat siapa yang menganggukan kepala saat ditanya siapa yang mau mati pertama?
Gemetar dan gentar,
entah bagaimana,
rasa takut itu memiliki daya tarik tersendiri.
Kita berfikir mampu mengalahkannya,
mengelabuinya,
terlihat tegar namun lutut mu gemetar,
berjalan sangar namun sesungguhnya gentar.
Saya juga merasa takut,
bahkan selama saya masih hidup.
Rasa takut itu indah,
membuat keberhasilan terasa megah.
No comments:
Post a Comment