Mengeluh adalah (bagian dari) adaptasi. Bahagia adalah (menikmati) depresi.
Jika hidup adalah pertempuran, maka mimpi adalah amunisi.

Berdoalah, doa menguatkan hati.

Friday, November 26, 2010

Catatan Menjelang Akhir November

Kalau diperhatiin,
akhir-akhir ini gw nulis sesuatu secara terselubung,
bukan, bukan terselubung.com,
tapi gw pake bahasa yang diperhalus,
dan bermakna ganda.
Meski intinya lebih ke curhat,
tapi tetep rancu,
karena bentuknya malah kayak orang yang lagi sok bijak.

Apa ya yang kocak soal November?
Kenyataan bahwa gw masih belum dapet kerjaan kayaknya udah ga kocak,
meski sejak Oktober ini gw bertahan hidup dengan memulai bisnis serius di dunia per-clothingan,
yang memang belum ngasih makan secara signifikan,
tapi setidaknya usaha gw muali membuahkan hasil,
dan mulai bisa established.
You may search "Alive&Aloud Clothing Company" on facebook, web-nya belum kelar soalnya. :)

Lalu apa?
Ga mau ngebahas soal Gayus, karena ga banyak ngaruhnya ke hidup gw,
gw jualan kaos, bukan wig soalnya.

November ini bulan yang aneh soal cuaca,
dan lanjutan dari soal bencana beruntun di akhir Oktober.

Tapi, gw juga ga ngebahas gituan,
it's not my type of writing.
Ga mau terlihat perduli dan ngerti,
soalnya ngeri salah ngasih informasi.

Then what?

Selain gagal nonton The Temper Trap,
pacar gw yang kondisi tubuhnya naik turun dan mulai gampang sakit,
dan nyokap gw yang masih pelayanan Gereja di Ambon,
November belum ngasih sesuatu yang signifikan.

Tapi,
bukan berarti ga ngasih apa-apa lho.

Malah,
terlalu banyak kejadian yang gila,
dan diluar akal sehat,
yang kalau mau jujur,
ngasih pukulan telak di dagu gw,
semacam upper cut Holyfield.

Bukan gw doang,
tapi banyak orang di sekitar gw.

November ngasih banyak pelajaran berharga,
yang bikin otak nyerah dan mau ngalah.

FYI,
kalau hidup gw diibaratkan mobil yang mesti di service,
maka November adalah waktunya masuk bengkel,
dan saat itulah montir memberitahu banyak ugly truth,
bagian mana saja yang rusak,
dan mana yang harus diganti.

Bukan waktu yang menyenangkan,
ga semua orang siap,
tapi bukan waktu yang harus dibenci juga,
because sometimes,
truth hurts,
tapi lebih baik kan dikasih tau kebenaran yang menyakitkan?
Daripada bohong demi membahagiakan?

Eh? Sebaliknya?

Yah, relatif sih,
tapi itu sih yang gw rasain soal November.

Tuhan memberi kesempatan untuk berkomunikasi lebih dalam soal gw yang mulai terjebak di antara kenyataan,
dan mimpi-mimpi bodoh yang gw punya.

That's all about November.

Tinggal beberapa hari lagi masuk Desember,

i miss you Mom,
i love you.

Be strong Dad,
i know you'll reach your dream.

I love you my dearest,
thanks for loving me.

Thanks God.

No comments: