Mengeluh adalah (bagian dari) adaptasi. Bahagia adalah (menikmati) depresi.
Jika hidup adalah pertempuran, maka mimpi adalah amunisi.

Berdoalah, doa menguatkan hati.

Sunday, April 18, 2010

Orang Berkata Saya Manja, Saya Berkata Mereka Tak Mengenal Saya.

Saya adalah anak tunggal.
Entah ini kutukan atau berkah tak ternilai,
tapi menurut saya,
bukan dua-duanya,
menjadi anak tunggal,
rasanya biasa saja,
seperti yang dinyanyikan Efek Rumah Kaca,
"Jadi anak tunggal itu biasa saja.."

Saya lahir di keluarga sederhana,
sangat sederhana,
namun entah kenapa,
suasana keluarga saya sangat hangat,
rumah saya kecil,
paling cuma empat petak,
tapi orang-orang suka sekali main kesini,
sejarah mencatat,
dua sahabat SMA saya pernah kabur dari rumahnya,
dan memilih numpang di rumah saya,
bahkan beberapa sodara saya kalau berkunjung ke Jakarta,
memilih menuh-menuhin rumah saya yang super sempit,
daripada tinggal di rumah sodara lain di Jakarta yang jelas-jelas lebih nyaman.
Musibah atau anugrah?
Tidak dua-duanya,
toh saya tak ambil pusing,
meski oksigen di rumah suka sangat tipis kalo lagi banyak orang.

Kembali ke subjek utama,
anak tunggal,
jika orang bilang anak tunggal akan kesepian,
akan sangat manja,
maka saya akan bertanya kembali,
apa mereka pernah jadi anak tunggal,
koq se-SOK TAHU itu?

Pada kasus saya,
jika kamus mencatat manja itu berarti,
tak bisa mandiri,
dan cenderung bergantung pada harta orang tua,
maka,
ya mungkin saya akan sedikit tersenyum.

Saya adalah anak yang paling sering ditinggal sendiri dirumah,
pekerjaan ayah saya sebagai pegawai biasa,
yang berkantor di kawasan Lebak Bulus semasa saya SD,
dan Ibu saya yang sering kali keluar kota untuk pelayanan gereja,
mengharuskan saya dewasa sebelum waktunya.

Memasak makan sendiri adalah hal yang yang sudah saya lakukan sejak SD,
meskipun ibu saya pernah juga memakai jasa PRT untuk mengawasi tindak tanduk saya dirumah,
tapi entah kenapa,
saya nyaman sendirian.

Manja.
Saya tak menampiknya,
dari luar,
hanya itu yang akan tampak,
dan saya memang tak akan menutupinya,
mengingat itu adalah hal yang lazim,
dan saya pun tak punya prestasi mandiri yang mumpuni,
selain ya itu tadi,
saya bisa mencuci pakaian,
memasak,
membereskan rumah,
mensetrika,
yah setidaknya hal-hal pokok dalam mengurus rumah,
bisalah saya lakukan.

Makanya,
jika ada yang menyebut saya manja,
biarlah,
toh saya juga tak semandiri orang lain,
tapi setidaknya saya jadi tahu,
kalau orang itu,
tidak begitu mengenal saya. :)


Ah labil. :p

No comments: