Post kedua di 2012.
menyedihkan.
Selain karena koneksi dirumah yang selambat anak babi yang baru tertembak peluru nyasar,
di kantor pun situs blog-ing kesayangan ini dilarang dibuka, alias di block.
Pffftt.
Apa kabar kehidupan disini?
Sunyi sepertinya,
mengingat tulisan terakhir yang diposting disini tepat di awal Februari,
dimana jari-jari meronta-ronta mengetik setelah dihajar bolak-balik hingga lebam di dalam hati, oleh segala ketidakmungkinan kehidupan.
Kali ini, apa yang mau ditumpahkan ya?
Ah biarkan hilang.
Ya, biarkan hilang, ditelan waktu, dibuang hujan,
disisi-sisi liang kematian jiwa dia berkarat,
menunggu dibuang,
menunggu hilang.
Kalau kalian pernah merasa lebih baik memendam nuklir daripada melepaskan sebuah misil,
maka inilah waktunya berfikir ulang.
Yeah, Mike, berfikir ulang.
Apa yang saya dapat?
Kadang muncul pertanyaan di benak gue,
apa guna gue?
Kegunaan.
Yap, entah apa yang udah gue lakuin sepanjang 25 tahun hidup.
Apa guna gue?
Kalo melihat dari prestasi dan profesi,
gue hampir nol besar.
Setelah nganggur setahun dua bulan dan merasa sangat worthless setiap detik,
Tuhan yang sangat baik ngasih gue kesempatan untuk nyicipin apa itu namanya digaji.
Gaji itu ibarat musuh ekspektasi,
gimana ya jelasinnya,
pernah ga sih, ibarat lu dapet jatah makanan lebih banyak,
tapi malah perut lu ga kenyang-kenyang?
Dasar Manusia.
Mungkin salah gue untuk menentukan alokasi,
tapi setelah dikalkulasi,
i don't even have the budget for doing some fucking fun things!
Ngerasa capek kadang,
kala lu ga ngerasa nikmatin atau foya-foya,
tapi lu selalu ga punya uang,
menguras tabungan,
dan yak, tetep ga senang-senang.
Kalo yang gue maksud foya-foya,
jangan bayangin gue masuk cafe mewah dengan minuman yang datang ga kelar-kelar,
it's not me,
gue memilih untuk berselancar di fjb kaskus dan beli barang 2nd hand inceran karena gue ga sanggup beli dengan harga baru.
Miris. Pas kerja malah lebih sering beli pas diskon atau pas ada yang jual 2nd.
Budget liburan aja megap-megap,
terakhir kali pergi ke Bandung,
pulang-pulang rasanya pengen berantem sama pencipta mesin Anjungan Tunai Mandiri.
Banyak yang bilang gue itu terlalu berfikir akan sesuatu,
apa ya itu istilahnya,
intinya gue kebanyakan mikir.
Ya iyalah,
kalo lu dibesarin sejak kecil dengan deg-degan sepanjang akhir bulan karena takut ga bisa bayar iuran atau biaya semesteran, lu bakal tumbuh jadi anak kayak gue,
kebanyakan mikir.
Jadinya penakut,
takut gagal,
takut kalah,
semua takut,
pengecut.
Haha. Udah dipanggil kayak gitu sejak SD,
trus lu mau apa?
Gue gak suka gambling,
gue ga doyan ngambil keputusan yang gue tau,
ntar pas salah gue yang kena habis-habisan.
Cobain aja rasanya,
ambil keputusan atas dasar keinginan murni dan luhur membantu sesama,
trus pas salah dikit dinyinyirin.
Kodok laut.
What's next?
Tumbuh jadi pribadi pengecut yang selalu disalahkan kalau mengambil keputusan?
Gue itu apatis sejak dini.
Entah kenapa,
mungkin memang penakut dan apatis itu temenan deket,
atau malah sodaraan,
tapi gue ngerasa itu mereka dateng sepaket.
Kalau ada orang yang ngaku pesimis, dan disemangatin jadi optimis,
maka gue, apatis,
akan makin tipis nyalinya saat dikasih kritik,
dan ga percaya sama tepukan tangan penyemangat.
Pffftttt.
Well,
i was born this way,
ini seperangkat kelemahan gue,
dibalik semua, emm.. beberapa, mm.. sebagian kecil, uuh,. sedikit kelebihan gue.
If you guys hate all my weaknesses, then don't you guys wanna know how much i hate myself? ;)
Apa ini menjawab pertanyaan gue,
apa kegunaan gue?
Ah ini cuma pikiran di sore hari nan panas,
sudah,
biarkan hilang.